Awalnya aku tidak menyukaimu,bahkan cinta pun tidak. Tapi kau datang dengan awal yg membuat ku ragu. Tak pernah sesaat terlintas di pikiran ku, kau akan menyukaiku. Semua terjadi begitu saja. Kau masuk dengan perlahan, membuka pelan pintu hati yg sudah lama terkunci. Ku yakini bahwa kau bisa merubah isi hati ku, ku yakini bahwa kau serius dengan ini semua. Di awal pendekatan kau begitu menggebu, bahkan tak sedikit kau buat ku kesal bahkan gelisah dan khawatir. Seiring berjalan nya waktu, hingga akhirnya ku yakin, kau tidak main-main.

Kuterima kau dengan sepenuh hati dengan senang dan bangga ku rasakan. Tapi, semua nampak jelas berbeda ketika kau sudah mulai melangkah di hidupku. Tingkah awal mu ketika mengejarku, seketika lenyap. Seperti menunjukkan bahwa kau yang sekarang bukan lah sosok mu yang dulu yang ku pikir dan ku khawatirkan. Kau berubah berbanding terbalik dari sikap mu di awal. Ke egoisan mu begitu tinggi, rasa peduli mu seakan tak nyata. Perlahan ku coba mengerti, ku coba kau ku buat se minimalis mungkin. Agar aku bisa merasakan apa yang sebenar nya kau mau. Waktu terus berjalan, dan kau sedikit bisa mulai berubah. Walau tak banyak, tapi aku sangat bersyukur.

Kau mulai mengerti apa maksud ku, mulai paham dengan keadaan. Tetapi, di sisi lain, aku yang sebenar nya tak mengerti keadaan mu. Ku coba pelajari sedikit demi sedikit, ku coba ubah pola pikir dan sikap ku. Namun nyatanya kau tetap bilang itu sama saja, tak ada yang berubah. Hingga akhirnya aku menuruti apa yang kau mau agar kau nyaman, dengan sedikit mengorbankan perasaan ku. Tak apa, selama itu buat kau senang, akan ku coba. Ini hanya proses yg membutuhkan waktu cukup lama. Dan di akhir cerita, kau memutuskan utk berpisah. Perasaan ku selama ini, terasa semua sia-sia. Peduli ku, khawatir ku, semua hancur begitu saja di perjalanan. Alasan mu yg buat ku bingung, kadang aku butuh sebuah kepastian dan kejujuran. Tapi kau seakan mengelak dan tak pernah mau peduli lagi. Yang kau pikir hanya apa yg kau mau harus terlaksana. Bahkan sampai sekarang masih terngiang di kepalaku. Apa yg membuat kau melakukan hal itu? Di otak ku terlalu banyak persepsi yg bisa terjadi. Itu semua tidak pasti. Yang pasti hanyalah dari hatimu sendiri. Ku coba ikhlaskan, awal nya memang sulit, ku akui sangat sulit. Sulit kembali menutup pintu perasaan ku sendiri. Namun, aku berusaha utk tak lagi memikirkan nya apa lagi memperdulikan nya.

Tapi, bayangan masa lalu mu, cerita sedih mu, dan tawa mu terus menghiasi hati dan pikiranku. Ingin ku lupa semua tentang mu agar ku bebas berkelana kembali seperti dulu. Tapi apalah daya, kau selalu hadir di hadapanku. Sesekali terlihat jelas di pikiranku. Bahkan kau datang di setiap mimpi ku. Angan ku yg trlalu besar membuat ku seperti ini. Andai aku jahat, mungkin aku sudah tak peduli lg dengan mu. Tapi hati ku berkata, ada masa di mana kau butuh seorang yg selalu ada untukmu. Tapi aku, ada ketika kau membutuhkan ku saja. Dan aku sadar, selama ini kau hanya merasa nyaman dengan ku, bukan karena sayang atau bahkan cinta. Cinta mu sudah kau berikan pada orang yg mungkin sampai saat ini blm bisa kau miliki. Aku tak menyalahkanmu. Tapi aku juga manusia yg punya perasaan. Entah karena jalan hidup mu atau karena apa. Ini semua terlihat begitu aneh dan sulit. Yang ku ingin saat ini cuma satu, hilang lah dari hati ku. Kau sudah trlalu lama bersemayam. Bahkan setelah kita berpisah pun, aku masih merasakan mu di hati.

Aku tak mengusirmu sepenuhnya. Tapi, untuk saat ini saja, agar hatiku bisa sedikit tenang dan tdk merasa tertusuk oleh bayangmu. Entah karena aku yg masih terlalu sayang, atau aku yg terlalu bodoh. Sempat terlintas bahwa angan ku akan terjadi. Yaitu saat kau kembali padaku dengan sebuah pilihan yg tegas, baru dan yakin bahwa kita masih bisa kembali dan bersatu seperti di awal. Melupakan kesalahan di masa lalu dan merubah bahkan memperbaiki utk masa depan yg lebih baik.