'Dulu, kita selalu menghabiskan weekend disini, berdua saja. Langkah kaki kita menuntun kita ke sebuah pantai yang indah. Dari pagi hingga sore hari, menikmati matahari terbenam, sebagai sepasang kekasih. Tapi, kali ini berbeda. Kadang aku enggak percaya loh, sekarang status kita sudah berbeda, mungkin awalnya aku merasa sedikit kecewa dan sedih, kenapa tidak dari awal saja kita memutuskan untuk menjalani persahabatan. Bukan menjalin kasih seperti yang dulu kita jalani'

Mungkin, awalnya aku merasa dunia ini tidak adil. Mengapa tuhan memberikan aku kebahagiaan jika pada akhirnya aku merasakan kesedihan juga. Menjalani hari-hari bersama dia sebagai sepasang kekasih, Merasa terpuruk, merasa bersalah, terbawa oleh arus kesedihan yang dalam. Apa yang kurang dariku sampai kau memutuskan hubungan kita dari sepasang kekasih menjadi sahabat. Bahkan sempat terfikir, aku berjanji bahwa aku tidak akan pernah lagi merasakan jatuh cinta, kalau pada akhirnya nanti hanya bisa jadi sahabat saja, dan yang tersisa hanya memori saat kita bersama.

Tapi, ada yang berbeda darimu saat ini. Kamu lebih baik dari sebelumnya. Pertengkaran-pertengkaran yang dulu sering terjadi kini sudah jarang kita lalui. Kita enjoy, merasa bahagia, merasakan kenyamanan tersendiri dari hubungan persahabatan ini. Aku sudah bisa merelakan jika kamu menemukan wanita yang selama ini kamu impikan, tanpa aku takut akan rasa kehilangan.

Mungkin tuhan sudah merencanakan hal yang indah untuk kita. Aku yakin, tanpa adanya ikatan cinta diantara kita, kita masih bisa terus bersama. Bukankah hubungan yang sudah kandas, tidak harus melulu menjadi sebuah permusuhan? Kita bisa menjadi sahabat yang mendukung satu sama lain, itu bukan suatu kemustahilan. Bersikap lebih dewasa, saling mendukung kehidupan masing-masing jauh lebih baik.

Aku percaya, tuhan tidak akan membiarkan aku sedih berlarut-larut. Buktinya, saat ini kita masih terus bersama walau dalam status yang berbeda. Biarkan memori kita dulu aku simpan dalam hati sebagai kenangan, biarkan langkah kaki kita di pantai ini menjadi saksi bisu hubungan kita dulu. Dalam doaku, selalu tersemat nama kamu, agar kamu selalu bahagia dengan kehidupanmu, selalu bahagia juga bersamaku dalam hubungan persahabatan ini, sahabat sejatimu.