Mulailah berpikir atas apa saja yang telah kita lakukan selama ini. Banyak sisi kehidupan yang belum kita coba, belum kita ketahui, dan belum kita pelajari. Mampukah kita berubah menjadi lebih baik, meninggalkan hal-hal yang menyenangkan yang sebenarnya hanya nikmat sesaat itu. Merenunglah hingga titik nadir perenunganmu, tanyakan pada dirimu, "Apa saja sampai saat ini yang sudah aku hasilkan?" Hanya keluhankah yang kamu hasilkan atau sesuatu yang membanggaka.

Mulai. Ya semua harus dimulai, meski berat, meski harus menikam segala keinginan yang besar. Tapi jika perubahan itu baik untuk ke depannya, berusahalah. Kita hidup maju, bahkan kita akan hidup dengan jodoh kita nanti. Hidup dengan banyak orang di kemudian hari. Dan salah satunya kita akan hidup bersama keturunan kita. Sungguh menyenangkan bukan?

Milikilah kebiasaan yang baik untuk anak-anak kita nanti. Mereka membutuhkan contoh perbuatan bukan hanya teori semata. Di zaman berkembang ini, banyak sekali tantangan untuk kita. Tapi jangan sampai kita terlena, pintar-pintarlah untuk mengendalikan diri. Kontrol semua yang akan kamu lakukan.

Aku akan mengendalikan perasaanku. Hidup ini sangat kaya akan rasa. Apalagi perasaan yang mudah terpancing untuk merusak suasana. Terutama rasa marah, emosi dan jengkel. Tapi aku selalu belajar untuk meredam itu semua. Saat aku bertemu dengan orang yang kurang cepat menangkap apa yang aku jelaskan, saat aku bertemu orang yang cerewet tidak berhenti kalau ngomong, saat aku berhadapan dengan orang yang kolot dan bertemu dengan orang-orang yang tak terduga sikapnya. Dalam benakku aku selalu berkata "nobody can be perfect in anything". Akan kutanamkan itu dalam hatiku terus menerus. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, aku pun tidak mengetahui segalanya. Dan aku tidak berhak marah atas semua yang tidak ku tahu.

Perasaan cinta. Ini yang mungkin sulit dikendalikan. Tapi aku harus bisa mengendalikannya. Cinta yang berlebihan, rasa yang menggebu.. ahhh ini sangat menyesakkan."Pokoknya dia harus tau perasaanku, tapi aku tidak ingin mengungkapkannya". Ini sungguh tidak masuk di akal haha.

Advertisement

Boleh punya rasa cinta, tapi jaga itu baik-baik. Tidak usah terburu-buru. Ingatlah "Allah tidak pernah terlambat, Dia juga tidak tergesa-gesa. Dia selalu tepat waktu". Sebagai wanita aku juga harus punya harga diri, tidak sembarangan dalam mengucapkan kata cinta. Ini salah satu cara untuk menjaga hatiku untuk jodohku yang entah siapa nanti. Aku memang melihat seribu laki-laki. Aku juga berteman dengan seratus laki-laki bahkan aku selalu ngobrol dengan sepuluh laki-laki. Tapi akan kupastikan hanya satu laki-laki yang ada di hatiku.

Pengendalian diri dari keinginan sesaat. Nah ini susah sekali dibendung, apalagi di zaman serba canggih ini. Semua selalu berdekatan dengan gadget, hingga kadang waktu untuk keluargapun semakin minim. Aku tahu semua yang sedang happening itu sangat menggiurkan untuk kita ikuti. Tapi sejenak kita pilah-pilah, mana yang bermanfaat mana yang tidak.

Pintarkan dirimu untuk mengontrol sebelum melakukan. Aku hanya ingin punya rutinitas yang baik sehari-hari dengan mengurangi mengotak atik hp. Aku akan lebih menikmati udara pagi yang penyegarkan. Aku akan lebih mendengarkan cerita cerita dari mulut mungil ibu. Aku akan lebih fokus bekerja dan mencari ilmu. Dan aku akan mencintai diriku dengan rasa yang luar biasa.

Mulailah mengendalikan diri dalam segala hal. Dan bersyukurlah dalam segala hal.

Aku suka kehidupan yang menantang penuh perjuangan penuh pelajaran. Tapi aku juga suka memaknai kehidupan yang sederhana, yang adem ayem menentramkan jiwa, hati dan pikiran. Aku selalu berdoa agar diriku mampu menjadi anak yang selalu bisa diandalkan keluarga. Dan aku akan berusaha menjadi jodohmu yang baik hati, fisik, mental, moral dan masa depan.

Semoga kau di sana yang entah siapa, juga sedang berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Yang mampu mengendalikan diri lebih dari aku. Agar anak-anak kita kelak punya contoh terbaik dari perbuatan nyata bukan hanya dari kata-kata atau teori semata.