Kamu tahu, apa yang membuatmu begitu berkilau?

Kamu tahu, betapa mata-mata itu melihatmu seolah dirimu adalah sebongkah kristal yang tak pernah tersentuh?

Ya. Kamu istimewa, tak ada duanya. Cuma satu, tak ada lagi ragu.

Tapi tahukah kamu, ada begitu banyak kesempatan berharga yang kamu lewatkan saat bersamaku?

Kamu itu serupa udara. Nyaris tak dapat kusentuh. Tapi hembusan napasmu seakan membuatku gila. Bibir yang selalu melengkungkan senyum. Hidung yang mengernyit imut, saat manja. Mata yang selalu bersinar, saat mengungkapkan masa depan bersamaku.

Advertisement

Kita ada untuk nantinya tiada. Tapi tak kukira, semua cepat sekali sirna. Aku rindu sosokmu yang sok bijak tapi penuh perhitungan. Aku rindu gelagatmu yang tak pernah habis membuatku tertawa hingga meneteskan air mata bahagia.

Selamat tinggal teman hidupku. Kini biarkan aku yang menjaga sang waktu. Hingga saatnya tiba, waktuku bersamamu, lagi, sayangku.