Dibawah payung, hujan malam mengguyur deras

Masih seperti tahun lalu, kita duduk dibawah payung. Sibuk dengan mengerjakan artikel, essay, paper untuk lomba.

Tahun lalu, kita bisa bareng-bareng ke Makasaar.

Ke Makassar, berharap pulang bawa piala

Tapi udah bangga, bisa bawa nama baik dari tim universitas untuk lomba "Ucap, Alhamdulillah"

Advertisement

Tapi tahun ini, kita berbeda.

Kamu dihantui oleh ratusan artikel dan jurnal,

Kutengok dari layar laptopmu, grafik, gambar prototype dan ratusan hitungan yang membuatku tak paham

Sikapmu yang diam dan penuh memperhatikan apa yang dikerjakan, sungguh membuatku makin mengagumi.

Dalam hati, aku makin dibuat bertanya-tanya olehmu

"Mau sampai kapan, kita jalani hubungan ini?"

"Apakah darimu belum ada komitmen untuk membuat janji bersama?"

Ya, sebut saja pernikahan.

"Ah, sudahlah, itu hanya pikiran sesaat

Tapi dalam hati, apakah kamu ingin menginginkannya"

Ya, masih ditahun ini.

Kita membahas hal yang sama dan dengan jawaban ya "sama tentunya"

"masih beberapa tahun lagi aku maunya"

Tapi, jika kamu tak sabar menunggu.

Ya silahkan.

Lantas, apa maksudmu dengan tahun-tahun yang sudah kita lewati?

Hening, seketika..

"Alangkah baiknya, kita mengejar mimpi dahulu"

"bahagiakan orang tua masing-masing"

"tugas kita hanya membahagiakan dengan kerja keras kita"

Orang tua lebih penting.

Ketika kita sudah sukses, barulah kita mewujudkan

Percayalah, jika memang berjodoh, kita tak akan jauh.

"Masa depan boleh direncanakan, tapi perihal kepastian dan keputusan sudah ditentukan kehendakNya. saat ini yang kita lakukan adalah berikan yang terbaik untuk diri sendiri dan orang yang kita cintai"

Cheers