Sahabat, maafkan aku jika aku masih belum pantas untuk menjadi seorang sahabat bagimu.

Hai kamu, aku tau belakang ini kita berdua lebih sering bertengkar akan hal yang sepele. Diantara kita berempat memang kita yang sering beradu. Tetapi aku tau kita tak menginginkan itu semua. Mungkin kita perlu waktu berdua untuk memperbaiki semua itu. Aku rindu berbincang berdua denganmu. Bercerita tentang segala hal hingga air mata ini mengalir atau hingga kita tertawa lepas. Terkadang kita berbincang hingga lupa waktu, bercerita tentang hal-hal mungkin hanya kita pahami berdua karena kita mempunya latar belakang yang sama.

Sahabat, aku rindu berbincang denganmu

Hai kamu sahabatku, maafkan aku. Jika aku memang salah tegurlah aku. Ingatkan aku apabila aku lalai. Aku tak ingin kita bermusuhan. Aku tak sanggup berlama-lama jauh darimu. Aku ingin menghabiskan waktu denganmu seperti biasanya entah hanya sekadar jalan-jalan di mall dan makan, entah hanya jalan-jalan ditaman, atau entah hanya menginap bersama.

Takdir yang mempertemukan kita

Advertisement

Sahabat, aku tak ingat dimana dan sejak kapan kita mulai dekat satu sama lain. Kita memang berada pada satu kelas yang sama, satu jurusan yang sama, satu fakultas yang sama, dan satu universitas yang sama. Tetapi tak semua orang yang berada pada tempat yang sama akhirnya menjadi sahabat. Hanya beberapa orang saja, karena yang lain mungkin hanya sebatas seorang teman. Aku tau takdir yang mempertemukan kita dan membuat kita akhirnya bisa menjadi seorang sahabat. Takdir yang membuat kita bersama walaupun kita berbeda asal dan kita tau dahulu kita mempunyai cita-cita yang berbeda.

Semoga kita bisa bersahabat selamanya

Sahabat, aku ingin engkau bahagia. Bahagiamu menjadi bahagiaku. Sahabat, aku ingin kita bisa bersahabat selamanya hingga nanti kita tua nanti.