Bahagia itu betul-betul terasa sejak kita bertemu.

Pertemuan yang tak disengaja itu membawa kita saling mengenal lebih jauh sampai saat ini.

Saling mengisi, saling menyemangati, saling merangkul dan saling berbagi banyak hal.

Tak pernah menyangka akan bertemu denganmu, seseorang yang membuatku lupa akan pahitnya kisah masa lalu.

Seseorang yang dengan kehadirannya mampu membuatku tersenyum lebar dan tertawa lepas meski beban kita sama-sama berat.

Advertisement

Seseorang yang dengan semua sikap dan perhatiannya membuatku merasa spesial.

Seseorang yang dengan kehadirannya memberi lebih banyak warna di hidupku.

Sejak saat itu perasaan ini tumbuh lebih dalam, sangat dalam, dan semakin dalam.

Kita melewati banyak hal bersama, kita berbagi banyak cerita pula bersama.

Inikah yang namanya cinta? Tak pernah aku merasa lebih baik dari ini sebelumnya.

Inikah yang namanya cinta? Selalu ingin berada bersamamu setiap saat, selalu mencari waktu luang sesingkat apapun untuk bisa melihat wajahmu, selalu ingin bersandar di pundakmu dan kita bercanda bersama, menghayal masa depan.

Betulkah ini yang namanya cinta? Aku tak pernah bisa mendefinisikan kebahagiaanku saat ini.

Dia datang dengan membawa banyak semangat untukku, dia datang dengan membawa harapan untukku, dia datang dengan sejuta cerita.

Belum pernah aku mencintai seseorang seperti ini, bahkan aku acuh terhadap diriku sendiri.

Tapi, tak seharusnya secepat ini aku memiliki perasaan ini, karena hatinya belum sepenuhnya untukku.

Cerita masa lalunya masih melekat diingatannya bahkan setelah hampir 6 bulan kita bersama, tak jarang dia membicarakannya padaku walau tak pernah disebutkan dengan jelas tapi aku paham maksudnya.

Tempat yang kita datangi mungkin pernah juga dia datangi bersamanya, dan membuat memori dia kembali terputar.

Tak pernah aku tunjukan rasa cemburu itu ketika tanpa disadari ia menceritakan momen bersamanya, aku hanya mencoba mendengarkannya. Terkadang terasa perih ketika berulang kali ia menceritakannya dan aku hanya bisa mendengarkannya. Aku tau masa lalu tak harus selalu dilupakan, biarlah masa lalu menjadi kenangan, cerita dan pelajaran saja. Tapi bukan berarti masa lalu itu harus diingat setiap saat tanpa melihat siapa yang berada disampingnya saat ini.

Tapi tak apa, lupakanlah saja masalah itu, aku masih bisa kuat mendengarkannya.

Berbagai suasana kita lewati, kebahagiaan itu melupakan ku pada semua hal yang menyakitkan.

Wajahmu, senyummu, sikap dan perhatianmu selalu aku rindukan setiap saat, berada di dekatmu selalu aku harapkan.

Aku bertanya pada diriku sendiri, apa yang membuatku begitu mencintainya? ternyata aku tak pernah menemukan jawabannya, perasan itu muncul dengan sendirinya tanpa alasan yang pasti pula. Mungkin memang Tuhan memberikan hatiku hanya untukmu, Tuhan memberikan rasa ini tumbuh hanya untukmu.

Sikapmu kepadaku tak lebih baik dari sikapmu kepadanya, tak jarang pertengkaran kita membuatmu terlihat begitu berbeda.

Tapi tak apa, aku tak pernah mempermasalahkan itu, mungkin kamu masih beradaptasi denganku.

Ketika kamu menanyakan mengapa perasaanku seperti itu sedang tak jarang sikapmu acuh tehadapku.

Seketika itu pula aku terdiam.

Entah mengapa perasaan ini tak pernah bisa berubah seacuh apapun sikapmu, sekasar apapun sikapmu.

Seburuk apapun sikap seseorang kepada kita ketika kita tulus menyayanginya maka itu tak akan merubah apapun

Ketulusanku mencintaimu tak pernah berubah sampai kapanpun.

Hingga tiba saatnya jarak harus memisahkan kita sesaat.

Kita yang dulu begitu dekat kini harus lebih jauh.

Dulu setiap detik selalu kita lewati bersama, sekarang kita harus menunggu waktu luang untuk sekedar bertatap muka.

Dulu setiap saat dapat kulihat wajahmu tapi sekarang ketika kerinduan itu datang hanya gambarmu lah yang aku lihat untuk sekedar menahan kerinduan ini sampai waktunya kita bertemu.

Ketika aku merindukan suaramu dan merindukan kau bercerita banyak hanya memori yang bisa kuingat.

Ketika aku merindukanmu di sampingku saat aku betul-betul merasa lelah, aku hanya bisa menangis dan berharap kita bersama kembali.

Sungguh ini sangat perih..

Empat bulan sudah kita terpisah jarak, kini kita tengah menata kembali untuk bersama.

Empat bulan sudah kita terpisah jarak, selama itu pula aku mulai merasakan banyak perubahan sikapmu.

Sampai saat pertengkaran hebat itu terjadi lagi dan kamu berkata "keadaan yang membuatku begini, aku sudah terbiasa sendiri dan kebahagiaan aku sudah susah aku cari pada dirimu."

Mendengar kata itu sakitnya luar biasa, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Dari semua sikapmu dan perkataanmu, baru kali ini aku merasa betul-betul kecewa.

Begitu cepat dia mengatakan itu.

Tapi entah mengapa perasaan ini tak pernah bisa berubah.

Harapan ingin selalu bersamanya selalu terbayang dan tak pernah hilang.

Pertengkaran itu tak lama, kita kembali lagi namun entah kenapa rasa kecewa itu masih saja ada, bahkan sampai saat ini kata itu terus berputar di kepalaku.

Tapi aku tak bisa berpisah dengannya, aku tak bisa dan tak pernah memabayangkannya.

Cinta ini begitu dalam.

Terlalu dalamnya hingga ketika hal yang tak pernah dibayangkan akan terjadi maka lukanya akan menganga dengan sangat lebar.

Sejauh ini kita sudah berjuang bersama menghadapi permasalahan kecil hingga yg besar sekalipun.

Berhari-hari saling diam, sampai akhirnya baik kembali.

Namun di setiap permasalahan kau selalu memberikan pertanyaan yang sama. "kenapa dipertahankan?"

Apa yang salah? Apa yang salah memperjuangkan orang yang kita sayang?

Apa belum cukup perjuangan kita selama ini untuk jadi alasan betapa aku mencintaimu?

Apa berjuang untukmu harus pakai alasan, untuk apa alasan itu? meyakinkanmu? apa selama ini yang kita lewati belum cukup meyakinkanmu?

Bersabarlah, bersabar untuk momen yang kamu tunggu, kita akan bersama setiap saat, tapi itupun jika kau masih mau berjuang untuk semuanya juga untukku

Perasaan ini tak pernah tergantikan, perasaan ini akan tetap untukmu. Apapun yang terjadi semua yang ada padaku tidak akan pernah berubah.

Semangat hidup ini hadir kembali karenamu, dan aku ingin menghabiskan sisanya bersamamu pula, itupun jika kau menginginkan hal yang sama.

Tetaplah di sini sayang..

Aku mencintaimu lebih dari apapun.

Keegoisanku karena aku takut kehilanganmu.

Sikap konyolku itu hanya karena aku ingin selalu didekatmu.

Pelukan & ciummu menenangkanku.

Perhatianmu menyemangatiku

Dan kehadiranmu adalah kehidupanku….

#AK100115