Tatapan itu, sedalam itu tatapan dia. Seolah mengatakan bahwa inilah saat nya apa yang kau minta terlaksana yaitu perpisahan. Aku Merindukan dia… somebody yang aku tau dia juga merindukan ku….. seminggu yang lalu… aku menyarankan agar kami saling menjauh, salah atau tidak aku hanya berfikir bahwa jika memang ujung persahabatan ini hanya sebatas sahabat, sudah saat nya kami saling menjauh. Karna, jika di lihat dari usia yang sudah mencapai seperempat abad dari masing2 kami, kami harus mencari pasangan hidup kami. Jika kami terus bersama, bagaimana mungkin laki laki lain akan bisa mendekat kepadaku atau wanita lain mendekat kepadanya karna kebersamaan kami, bisa di katakan bahwa hanya tidur yang kami lakukan tidak bersama. Lainnya? kami habiskan di luar bersama… persahabatan yang kami jalin sudah dari usia 9 tahun hingga sekarang. Namun dia menolak saran yang ku berikan…. Dia hanya mengatakan “Biarlah seperti ini.. biarlah.. jodoh tidak ada yang tau, atau kita yang akan berjodoh atau bukan.. biarlah kita tetap seperti ini.. dan biarlah waktu yang akan menentukan”. Dan aku simpulkan mungkin ini saatnya perpisahan itu ada, jelas di depan mata.. .Hari ini, dia di tugaskan ke luar kota dan aku tetap di tempat yang sama. Ini sangat menyakitkan, aku tidak menyalahkan rasa ini, ntahlah…. Tanpa dia rasanya… HAMPA.. apakah dia merasakan hal yang sama? I don’t know…

Kami sama skali tidak pernah tidak bertemu setiap harinya kecuali hari dimana dia menjauh hanya untuk intropeksi diri. Selalu ada alasan untuk pertemuan itu. Namun terlalu sering terucap dari bibir nya bahwa, dia tidak pernah menyukaiku,sekalipun aku tidak mengungkapkan apa-apa. Anehnya, setiap aku menolak untuk di ajak ber petualang. Dia slalu mengatakan bahwa “Bukan harus di bujukkan baru mau kan?ayoklah.. kita sama sama tau tidak ada aktivitas yang tidak kita lakukan bersama, tidak pernah ada aktivitas yang aku lakukan tanpa mu begitu juga sebaliknya, Pernah memang kita tidak satu agenda . Tapi itu sangat Jarang!!! dan itu menyakitkan ku. Minta tolong.. ikutlah… Slalu ada yang kurang ku rasa jika dirimu tak ikut nyet!!!).

Ntahlah…. Aku yakin aku tidak mencintai dia namun aku mencintai kebersamaan kami….

Apa yang harus aku lakukan………… sesakit ini…….. ketika melihat dia pergi meninggalkanku skalipun hanya kerja di luar kota. Tidak ada lagi aktivitas yang di lakukan bersama, tidak ada lagi intensitas pertemuan yang setiap hari yang slalu di lakukan dan slalu ada alasan untuk bertemu.

Aku percaya kami slalu punya kesamaan dan aku tak tau apa itu. Slalu ada alasan konyol kami untuk bertengkar, slalu terjadi perbedaan pendapat dan perdamaian yang begitu saja. Dalam hal keluarga pun kami sudah saling mengenal, tidak ada lagi rasa segan kepada orang tuanya ataupun keluarganya, begitu juga sebaliknya. Masing masing dari orang tua kami pun sudah saling percaya akan persahabatan ini.

Advertisement

Ntah apa ujung dari persahabatan ini……