Terima Kasih yang sangat mendalam kepada-Mu Ya Rabb . Engkau telah menghadirkan sesorang yang dapat mengerti diriku sepenuhnya.

Seseorang yang dapat membuatku melihat dunia dengan cara berbeda . Yah itu kamu “sahabat” kata yang sederhana namun memiliki beribu macam arti. Teman menjadi seorang sahabat adalah sebuah proses yang teramat panjang. Banya bumbu-bumbu kehidupan yang harus kita lalui untuk memperoleh label tersebut. Engkau satu dari sekian banyak orang yang berhasil membuatku berpikir bahwa sahabat memang benar adanya. Seseorang yang dapat menerima ku dalam segala aspek kehidupan yang terkadang mengundang pilu dan duka . Darimu aku belajar banyak hal.

Tak perlu menjadi orang lain untuk menjadi tahu bahwa ada seseorang yang dapat menerima kita apa adanya

“Tak perlu menjadi orang lain cukup menjadi dirimu saja” . Kalimat yang selalu membekas dalam hati dan pikiranku . Kalimat yang keluar dari mulut indah mu bahwa tidak perlu menjadi orang lain untuk di terima cukup menjadi dirimu sendiri dan kamu akan tahu siapa temanmu sebenarnya. Yah kamu memahamiku lebih dari siapapun bahkan orang tua ku sekalipun. Seorang motivator ketika aku benar – benar terbentur sebuah batu besar. Bahagia bisa bertemu dan mengenal sosok seperti dirimu.

Berharap waktu masih bersedia menyaksikan persahabatan kita hingga akhir dari waktu itu sendiri.

Advertisement

Semoga hari ini esok dan seterusnya kamu masih seperti ini. Sahabat yang dapat menerimaku apa adanya. Semoga semesta masih mengizinkan kita untuk bersahabat hingga akhir waktu. Dan saya berharap kamu dapat hadir dimasa depanku kelak. Orang yang menjadi saksi dan memiliki andil penting dalam perjalanan hidup yang penuh lika liku ini. Janjiku, aku akan selalu ada jika kamu membutuhkanku sahabat walaupun aku tidak di sisimu. H . A .