Di hari ini hidup terasa hampa walaupun sudah seperti biasa kujalani, tetapi ada yang terasa kurang. Aku terus mencari apa yang kurang di hari ini, akhirnya aku tersadar bahwa yang kurang adalah kabar dari dirimu. Dirimu yang aku sayangi, kukagumi, kudambakan meski aku sadar kutakkan bisa memilikimu seutuhnya.

Saat ini untuk menghubungimu begitu sulit. Mungkinkah kamu mulai menjauh dariku karena perasaan ini? Salahkah aku mempunyai perasaan ini?

Perasaan ini muncul seiring dengan berjalannya waktu perkenalan kita. Jika aku boleh memilih, lebih baik aku tidak memiliki perasaan ini dibanding harus menjauh darimu. Aku di sini butuh sahabat yang sepertimu bisa menghiburku, bisa menjadi teman curhatku di kala hidup ini terasa berat untuk kujalani.

Tetapi tiba-tiba perasaan ini berubah sendiri tanpa kuasa dariku. Ingin aku memaki diriku yang telah membuat kesalahan yang ingin lebih dari hubungan kita ini, yang membuat dirimu menjauh dariku. Maafkanlah kesalahan aku yang besar ini dan kembalilah menjadi sahabat aku serta janganlah menjauh dariku yang sangat membutuhkan dirimu.

Aku akan menunggumu di sini untuk bisa menjadi sahabatmu kembali dan bertemu denganmu meski tak tahu entah sampai kapan aku harus menunggumu. Kabar yang sangat kunanti adalah saat dirimu memberi kabar ke padaku serta mengucapkan aku telah memaafkan dan mau menjadi sahabatku kembali. Aku akan menunggumu di sini sampai kapanpun kaulah sahabat yang aku butuhkan.