Dulu kita pernah saling berbahagia dengan kebersamaan. Sebelum pada akhirnya kamu pergi dan meninggalkanku seorang diri. Dengan semua harapan sekaligus rasa sakit yang ada. Apa kamu tau bagaimana sedihnya aku saat kau tinggalkan? Apa kamu tau bagaimana aku menjalani hariku selepasmu pergi? Oh, tentu kau tidak akan pernah tau. Karena kau sendiri yang ingin pergi dan meninggalkanku. Jadi, kenapa aku tetap berharap kau memperdulikanku. Sungguh naif bukan?

Baiklah, akan ku beritahu bagaimana caraku tetap menjalani hariku tanpamu. Aku menjalaninya dengan semua ingatan tentangmu. Bukan karna aku tak ingin melepaskan semua ingatan itu, tapi setiap aku berjalan ditempat biasa kita bertemu aku selalu terbayang tentang kita. aku selalu berfikir bagaimana bisa kau tega untuk meninggalkanku? Sudahlah lupakan saja, aku tak ingin lebih jauh mengenangmu.

Aku mencoba bangkit, mencari kesibukan, mencari teman yang bisa diajak berbicara dan berpergian. Tak mudah awalnya, karna aku lelah memulai percakapan terlebih dahulu dengan orang lain. Aku mulai menyendiri kembali dan disaat itulah bayangmu kembali menghampiri. Kucoba menepis sekuat yang ku bisa , entah dengan bermain handphone ataupun laptopku.

Hingga suatu ketika aku bertemu dengan seseorang, awalnya aku tak menghiraukannya karna aku takut sakit hati untuk kedua kalinya.Tapi dia terus meyakinkanku bahwa itu tak akan terjadi. tapi tetap saja itu tak mudah bagiku, kau tahu kenapa ? Karena sikapnya sama sepertimu. Tapi aku meyakinkan diri sendiri bahwa dia berbeda.

Hingga pada akhirnya, aku tahu bahwa aku sudah menyukainya. Sikapnya yang membuatku tenang dan tutur katanya yang lembut membuatku percaya dengannya. Dan yang lebih penting dia mampu membuatku melupakanmu, mampu membuatku menempis semua angan tentangmu dan mampu membuatku berhenti memikirkanmu. Semenjak dengannya aku bahkan tak ingin menghubungimu walau hanya untuk menanyakan kabar. Lucu bukan? saat ini aku benar-benar bahagia.

Advertisement

Tapi mengapa kini kau hadir kembali . Disaat aku benar-benar telah melupakanmu. Mengapa kau hadir seperti tak mempunyai salah? Kau kembali dengan menyapa dan menanyakan bagaimana keseharianku. Bukannya aku tak ingin berteman setelah berpisah. Tapi aku hanya tak ingin rasa itu kembali lagi. Kamu marah ketika aku mendiamkanmu, kamu marah ketika aku membalas tanyamu dengan cuek. Lalu apa kamu memikirkan bagaimana perasaanku ketika kau tinggalkan? Apa aku salah jika ingin bahagia meski tanpamu?