Aku terjatuh pada tatapan mata yang sama

Yang sejenak menghanyutkanku pada keindahan senja. Menenggelamkan kisah lama yang tak mampu lagi ku genggam.

Dengan luka yang entah kapan bisa ku akhiri, aku bahkan tak mampu untuk sekedar diam dan berdiri sekalipun. Kemudian berbisik pada angin yang berhembus, membawa rindu tak berbalas.

Aku tak paham benar denga cara berfikir seseorang. Aku berjuang keras untuk berhenti, namun terjatuh pada kelemahan yang sama, dengan rindu yang sama dan bodohnya pada orang yang sama.
Aku mencari hal-hal lain yang tertinggal untuk ku pertahankan sendiri, hingga di satu titik aku menemukan.
Aku bukan masih mencintainya, tapi aku masih belum mampu mengampuninya.

Dengan kesadaran, tak peduli seberapa sering kamu datang kembali dan membawanya, aku sudah tak memiliki rasa kemarin yang membuatku terperangkap.

Advertisement

Karna mengampuni, sama indahnya dengan mencintai