Hei kamu….

Ya kamu….

Kamu yang dulu pernah aku cintai. Kamu yang dulu pernah mengisi hari-hariku. Dan kamu yang kini hanya menjadi masa laluku.

Cuma kamu…

Ya… Hanya kamu…

Advertisement

Yang ku inginkan saat ini hanyalah kamu pergi dari ku…

Ya… Pergilah….

Tak ada lagi tempat dihatiku untukmu. Bukankah pernah ku katakan bahwa aku tak pernah membayangkan kebahagiaan jika kembali bersamamu? Jadi untuk apa kamu kembali? Apa lagi yang kamu harapkan dariku?

Tak akan pernah ku ingkari bahwa dulu aku pernah benar-benar mencintaimu. Cintamu padaku juga tak pernah ku ragu. Tapi itu dulu. Saat kita dibutakan oleh cinta. Bahkan realita pun kita abaikan demi dapat bersama.

Hingga tiba saat dimana kedewasaan mulai merubah pola pikir kita. Aku dukung setiap keputusan dan gerak langkahmu, tapi sayang hal yang sama tak ku dapat darimu. Kau menginginkan pendampinganku, tapi apakah salah jika aku mengharapkan hal yang sama?

Mereka bilang cinta tak akan menyakiti. Mereka bilang cinta tak akan berjuang sendirian. Tapi mengapa bersamamu yang kutemui hanya duka dan perjuangan tanpa akhir? Biarlah aku memilih tuk pergi darimu karena tak ku temui bahagia bersamamu. Biarlah terus ku arungi hidup ini tanpa melihat kembali pada masa lalu kita. Dan harus kau tau bahwa tiada inginku untuk kembali padamu, karna tak pernah ku temui alasan untuk kembali.

Aku telah memilih untuk berdamai dengan mu dan masa lalu kita. Tapi semua tak membuatku akan menerima mu kembali. Aku hanya ingin menjalani hari yang bahagia dengan nya yang kini mendampingiku. Satu pintaku padamu, tolong hargai keputusanku dan jaga sikapmu. Tak selayaknya kau sudutkan aku dan menyalahkan dia yang ku pilih sebagai penggantimu. Cobalah instropeksi diri dan sadari kesilapanmu.

Sekali lagi ku katakan..

Pergilah…

Kumohon padamu. Jangan lagi kau datang dan menggangguku. Jangan rusak kebahagiaanku dan dia.