Beberapa dari kita ada yang mengalami rasa sakit baru bahagia, ada juga sebaliknya. Kadang kita lebih suka menyalahkan Tuhan dan keadaan akan apa yang terjadi, tidak terima akan apa yang ada, karena kita lebih suka menghayal dan membuat ekspektasi tanpa berserah pada Dia.

Ketika duri sudah menusuk dan menjadi luka, baru kita mengerti bahwa ini adalah salah satu pelajaran. Tidak semua dari kita cukup peka dalam mempelajari maksud Tuhan, kadang Dia sudah memberikan bisikan yang sebenarnya sudah sampai ke hati dan telinga kita, hanya saja kita sebagai manusia suka sekali merasa percaya diri dan merasa sangat yakin akan apa yang dipilih dan ditentukan oleh pikiran yang kita miliki.

Ketika rasa sakit datang, yang ada dihati dan pikiran adalah tanda tanya. Kadang kita bertanya pada Tuhan mengapa ini terjadi, walau kita sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menemukan jawabannya, hingga suatu hari kita akan.

Ketika luka sudah mendalam dan menjadi perih, yang kita tahu hanyalah menyalahkan, menuduh, membenci, mengutuki mereka yang memberikan rasa sakit, tanpa kita berfikir dan beranggapan seperti mereka. Hampir semua dari kita suka lupa mengandaikan diri sebagai orang lain, selalu merasa paling benar dan paling merasa tersakiti, tanpa ada mengoreksi diri.

Hingga suatu hari kita sembuh. Kita datang padaNya meminta maaf dan meminta jalan penuntunan. Berharap Dia memeluk erat lalu menunjukkan jalan dan maksud akan apa yang terjadi, dan Dia akan, Dia pasti. Mata pun terbuka, hati pun berbicara. Ketika maksud yang Tuhan beri sudah sampai dihati, kita hanya bisa menangisi ego yang kita buat sendiri. Menangisi kebencian yang tercipta oleh diri. Melupakan bahwa pembalasan bukanlah hak kita sebagai manusia, tapi jalan Tuhan sebagai yang berkuasa.

Advertisement

Karena mengasihi kembali adalah jalan terbaik dariNya. Memaafkan dan membuang segala rasa benci dan kutukan. Membuang segala iri hati dan dengki. Menjatuhkan diri, merendahkan diri dihadapan Tuhan dan berserah sepenuh hati. Mendoakan mereka yang membuat kita merasa terluka adalah hal bahagia yang akan membuatmu sembuh dari luka. Memaafkan dirimu sendiri adalah doamu yang utama. Karena kesembuhan hatimu berasal dari Kasih Tuhanmu. Kasih senantiasa yang mengajarkanmu jauh dari segala kenegativan hidup. Karena itulah Tuhan, itulah Dia. Tuhan adalah Kasih.