Jadilah penyemangatku selalu

Itulah yang dulu pernah kamu minta dari gadis ini.

Gadis yang berkat kehadiran kamu begitu bersemangat membuka mata kala matahari masih malu-malu menampakkan diri. Namun itu sebatas kenangan yang masih mengendap dalam ingatan. Sekeras apapun diusir, ia tetap bergelantungan dengan kuatnya.

Gadis ini pernah berangan menjadi satu-satunya yang kelak akan terus kamu genggam erat tangannya. Yang pernah memimpikan menjemput masa depannya bersama kamu. Gadis inilah yang pernah kamu buat tersipu malu saat kamu berikan ucapan selamat pagi. Dan gadis inilah yang tenggelam dalam perhatian kamu seolah tak ingin bangkit

Namun gadis ini salah, ia kini memeluk tubuhnya sendiri. Berusaha menenangkan tangisnya yang sewaktu-waktu dapat pecah. Gadis ini, kini tengah sibuk mengutuk dirinya sendiri. Mengapa bisa ia terlampau jatuh pada kamu, yang ternyata begitu ramah pada banyak hati.

Advertisement

Keputusan kamu untuk memilih gadis beruntung lainnya, membuat gadis ini tak lagi mencintai matahari. Gadis ini memilih tenggelam dalam hujan, karena dalam hujan ia menemukan kamu di dalamnya. Ia dapat mengingat malam dimana kamu dan gadis ini pernah saling mengisi sepi. Karena di dalam hujan, ia dapat merasakan ruas-ruas jarinya yang kosong, kamu lengkapi. Gadis ini jatuh, kehilangan kehangatan yang pernah ia rasakan. Ia kehilangan kamu.

Gadis ini tak ingin membenci kamu atau gadis beruntung itu. Gadis ini hanya tak tahu bagaimana ia musti menahan dingin sikap kamu. Gadis ini hanya kehilangan cara bagaimana ia mendapatkan lagi hangat hari-harinya, sebelum mengenal kamu. Gadis ini kehilangan dirinya sendiri yang ikut terbawa kepergian kamu.

Sekarang, Kamu dan gadis ini seperti dua magnet dengan kutub yang senama, tolak-menolak. Saling menghindar seperti tak pernah saling menemani dalam ratusan malam yang sepi. Kamu melupakannya dan gadis ini tetap tak beranjak walau punggung kamu tak lagi dapat di lihatnya.

Gadis ini ingin undur diri untuk mencari kehangatan-kehangat lain dari nafas lainnya. Sekalipun gadis ini menemukannya, itu tidak akan sehangat nafas kamu.

Kamu dan gadis ini pernah begitu dekat, pernah sehangat nafas. Walau kini Kamu dan gadis ini menciptakan dingin yang tak berbatas bagai laut lepas