Tak ku sangka kau pergi lagi. Dari kesekian kalinya kau pergi, mungkin ini keputusan terakhirmu untuk meninggalkanku lagi dan ku yakin kau takkan kembali. Mungkin aku harus ikhlas menerima takdir bahwa kau bukan untukku. Hal yang paling menyakitkan adalah kau secepat itu menemukan penggantiku dan bahagia bersamanya saat ini. Kau yang selama ini ku cintai dan ku perjuangkan ternyata lebih bahagia bersama lelaki lain.

Semua perjuanganku ternyata tak berujung manis dan orang lain lah yang memetik hasilnya. Kau tahu rasanya seperti apa? Hatiku bahkan mati rasa untuk bisa memahami isi pikiranmu. Kenapa sayang kau sekejam itu? Kenapa bukan aku orang yang kau cintai?

Tapi aku tak bisa menyalahkanmu. Mungkin kesalahanku terlalu besar untuk dimaafkan atau mungkin kau tak bahagia selama ini saat kita bersama. Maafkan aku yang telah menyakitimu dahulu. Maafkan aku yang waktu itu ingin kau perjuangkan sampai akhirnya aku mencari pelarian agar kau perjuangkanku. Dulu kepalaku sudah gelap karena seringkali kau tinggalkan, sampai akhirnya saat dia datang dihidupku, akupun langsung menerimanya.

Tapi kulakukan bukan untuk mengkhianatimu. Aku lakukan itu karena ingin kau perjuangkan, meskipun pada akhirnya kau pergi dan tak terima alasan itu. Aku tak pernah membagi hatiku pada wanita manapun. Apa caraku salah? Rasanya dahulu lelah berjuang sendirian sampai sampai racun itu masuk ke dalam pikiranku. Setahun aku simpan cerita itu dan akhirnya sekarang kau tahu semuanya. Kau tinggalkan aku lagi dan lagi. Kau bunuh aku secara perlahan dengan semudah itu bersama orang lain.

Luka ini begitu menganga sampai ku tak tahu cara untuk menutupnya. Menangispun aku tak bisa.

Advertisement

Aku sadar kau layak bahagia dan mungkin ini perjuangan terakhirku membahagiakanmu. Walau aku tak sanggup melihatmu dengannya tapi aku harus kuat. Semoga dia bisa membahagiakanmu dengan cara yang kau inginkan. Perih rasanya hati ini menerima kenyataan bahwa kau tak bahagia selama tiga tahun ini.

Aku selalu memohon kepada Tuhan agar kau membuka hatimu lagi dan kembali lagi padaku. Hari ini, esok dan seterusnya aku akan tetap menunggumu. Cintaku padamu begitu besar sampai aku lupa cara berpikir secara logis. Hati ini hancur berkeping-keping dan ku harap kau mau memungut kepingan hati ini dan menyatukannya kembali. Izinkan aku tetap mencintaimu walau kau tak lagi bersamaku saat ini. Dan izinkan aku tetap menunggumu sampai saatnya tiba Tuhan menyuruhku untuk berhenti mencintaimu.

Satu hal yang pasti, aku cinta kamu…