Kejadian ini pernah saya alami. Ketika mengantri di SPBU, orang didepan saya menggunakan motor yang sama dengan punya saya, motornya terlihat masih baru. Tapi saat itu saya memakai sepada motor teman. Kejadian lucu terjadi saat dia mendapat giliran untuk mengisi bahan bakarnya, ia kebingungan dan panik karena tidak tau cara untuk membuka jok motornya, sementara antrian dibelakangnya begitu panjang. Saya tersenyum, menghampirinya dan meminta izin untuk membantunya, dia mempersilahkan. Sambil membantu saya berkata “Mudah mas, tinggal begini saja”. Creek… jok motornya terbuka. Orang itu membalas senyum saya dan berterima kasih. Tentu saja saya bisa melakukan itu karena saya punya motor sepertinya dan pernah membaca buku panduan dari pabrik pembuat motornya. Kemungkinan orang itu belum membaca buku panduan penggunaannya.

Sama halnya dalam kehidupan ini, sering kita mencari hal dan berusaha mati-matian yang sebenarnya dekat dengan kita. Misalnya kebahagian yang digantungkan dengan mempunyai banyak materi.

Bukan seperti itu. Tapi bahagia itu disini, dalam pikiranmu dan didalam hatimu. Bukan materi yang membuatmu bahagia, buka orang lain yang menciptakanmu bahagia, tapi diri sendirilah yang menciptakan bahagia itu. Adalah bagaimana bisa bersyukur dan menghargai hal yang kita punya.

Ketika kita merasa tidak bahagia, banyak mengeluh dan mengutuk segala yang tejadi di sekitar kita, berarti kita belum bisa mengontrol diri sendiri. Apakah pernah menyadari tentang nikmat yang selalu dilupakan, bernafas. Ya, tuhan masih memberikanmu nafas, jantungmu masih berdetak, pantas kah masih mengeluh? Padahal fokus kita adalah bisa menylesaikan permasalahan yang dihadapi. Yakini setiap masalah adalah jalan untuk mencapai yang kita inginkan. Iya, sepertinya tidak ada korelasinya, tapi setidaknya kita menyadari keberadaan tuhan dari setiap hal yang terjadi, lalu kita tersenyum. Bersyukur.

Coba tanyakan pada diri sendiri, apa yang dicari dalam kehidupan ini? Kebahagiaan? Kedamaian? Ketenangan? Jika iya, semua hal itu dekat, bahkan sangat dekat. Jangan sampai kebingungan dan panik seperti orang yang saya temui di SPBU. Kehidupan ini ada karena ada yang menciptakan. Sehingga untuk bisa menjalankan kehidupan ini dengan baik, kita baca kitab pedomannya, Al-Qur’an.

Advertisement

Fiman Allah : “Aku berada lebih dekat dari pada urat nadi kalian..” (Q.S. Qaaf ayat 16)

Dengan mengigat-Nya hal yang kita cari dapat dirasakan. Hidup kita dalam genggaman-Nya. Setiap hal yang terjadi di alam semesta ini, tidak luput dari pengawasan-Nya. Segala sesuatu kita harus menggantungkan kepada-Nya. Ketika perasaan kesal datang, ingatlah kepada-Nya. Pejamkan mata, dengarkan dan rasakan hembusan angin, dan sadari setiap hembusan nafas adalah limpahan nikamat-Nya.