Ketika begitu banyak orang tertarik menjabarkan kata cinta atau makna dari sebuah cinta antara sepasang kekasih,mungkin aku bukan lah salah satu dari mereka,karena aku lebih tertarik bercerita tentang ibu

Ya,,tentang ibu. Karena ketika kata ibu terucap dari seseorang kepada ku,entah mengapa ada perasaan di hati yang begitu sulit untuk di jelaskan. Yang jelas ada kecemasan dalam hati,yang menimbulkan sebuah pertanyaan kepada diri ku sendiri..

“Apakan aku masih punya cukup banyak waktu untuk membahagiakan ibu?”

Pertanyaan itu yang selalu ada di pikiranku bila mendengarkan kata ibu..

Bagiku ibu adalah sosok wanita yang sangat tangguh dan kuat,dia adalah ibu dari 5 orang anak.Dia mengurus ku dan kakak ku seorang diri sejak aku masih di sekolah dasar,mungkin kalian bertanya kenapa sendiri,dan kemana ayah ku?tetapi aku tak ingin menceritakan itu,aku hanya ingin bercerita tentang ibu..

Advertisement

Sejak sekolah dasar ibu mengurus ku,mencari nafkah untuk biaya sekolah dan kebutuhan sehari-sehari tanpa keluh kesah dan seperti seseorang yang tak memiliki rasa lelah.

Singkat cerita,kini aku telah lulus sekolah dan mendapat pekerjaan di salah satu perusahaan automotif di jakarta,hal itu menjadikan keuangan kami menjadi sangat stabil,hingga aku meminta ibu berhenti mencari nafkah dan biarkan aku yang kini menjadi tulang punggung keluarga,,,,Karena memang sudah sepantas nya dia menikmati masa tua nya.Seiring bertambah nya usia ku menuju pada kedewasaan kini aku pun memiliki seorang kekasih.Suatu ketika setelah gajian aku membagi-bagikan uang jajan untuk ibu dan kakak ku,dikarenakan aku telah memiliki kekasih aku pun mentraktir kekasih ku makanan untuk dibagikan di rumah nya,dan setelah aku pulang dari rumah kekasih ku ibu berkata:

IBU: Nak,ko mamah tidak di belikan kue seperti yang kamu belikan untuk kekasih mu,,?

Namun entah karena kelelahan atau apa aku pun menjawab asal:

Aku: Mamah iri terus si,kan sudah di kasih jatah bulanan(Dengan nada cukup tinggi).

Ibu: Yasuda, mulai sekarang mamah tidak akan meminta apapun.

Mendengar perkataan itu aku langsung tersadar bahwa perkataan ku itu menyakiti hati nya.Selama beberapa hari bahkan bulan,aku selalu bertanya tentang keinginan nya,namun dia menjawab “tidak ingin apa-apa”.

Aku sangat merasa bersalah atas apa yang telah ku lakukan.Sampai suatu ketika di tengah malam aku terbangun dari tidur lelap ku,di luar kamar aku mendengar seorang wanita yang tengah menangis,aku pun penasaran dan mengintip nya dan ternyata itu adalah suara ibu ku yang sedang mendoakan ku agar sukses dan bahagia.

Melihat kejadian itu dada ku terasa sesak seperti ada yang menghujam tepat di dada ini,dan tak terasa air mata ini menetes karena melihat seorang ibu yang mungkin telah disakiti oleh perkataan ku,namun dia tetap mendoakan yang terbaik untuk ku.

Hal itu selalu terbayang di fikiran ku,aku merasa sangat bersalah atas semua yang telah aku lakukan,tidak seharus nya aku bersikap seperti itu hanya karena aku berusaha membela kekasih ku…..

Sejak saat itu aku selalu berfikir dan bertekat mencari cara untuk membahagiakan ibu.Akhir nya aku pun me mindset fikiran ku dengan sebuat kalimat “Aku memiliki banyak waktu untuk membahagiakan kekasihku,namun aku tidak memiliki banyak waktu untuk membahagiakan ibu”.

Di usia nya yang mulai senja,dengan tubuh yang yang tidak lagi prima seudah sepantas nya saat ini aku mengutamakan ibu.Karena aku tidak ingin menyesal di kemudian hari.

Ibu, maafkan anakmu yang begitu banyak salah kepada mu,mulai saat ini aku akan mengutamakan mu di banding yang lain,kau segala nya bagiku,kau adalah alasan bagiku untuk menjadi sosok yang kuat.

Ibu. Bersabar lah menunggu aku sukses,saat ini aku sedang mengupayakan masa depan yang lebih baik agar aku tetap bisa bersama mu hingga sang pencipta memutuskan siapa yang akan di jemput nya lebih dahulu,antara aku dan engkau.

Hanya itu yang saat ini bisa aku katakan dan upayakan,bagiku kau adalah roket tercepat yang dapat mengantarkan doa ku kepada sang pencipta agar doa ku lebih cepat di kabulkan.

Terimakasih ibu,aku akan memanfaatkan waktu yang ada untuk selalu membuatmu tersenyum.

Terimakasih