Kerap kali kita tidak peduli dengan terbenamnya matahari, ketika berkumpul bersama teman-teman kita bisa lupa waktu, dari mulai menertawakan hal-hal remeh sampai menangisi keadaan yang notabene bukan yang tengah kita alami menjadi prilaku yang biasa bagi kita, perihal sehati bersama sahabat memang lebih mengerti.

Hal yang tidak luput dari agenda persahabatan adalah “makan”, apapun, dimanapun tempatnya, disebuah sudut resto sampai saung ditengah persawahanpun jika itu bersaha kawan rasanya akan lebih menawan.

Orang bilang persahabatan yang sudah lebih dari tujuh tahun maka akan berjalan selamanya, meski tidak selalu bersama, dalam jarak yang menjadikan dinding untuk kita bersua, tetap saja hubungannya akan selalu mencipta rindu dan jika kesempatan datang ingin segera bertamu, bertatap muka mengenang kisah yang lalu.

Jejak-jejak langkah kaki kecil kita dulu, semakin hari semakin terhapus waktu namun dalam persahabatan apa yang terhapus tidak akan lekas putus, menjadi memori yang akan hangat tersimpan dalam ingatan, bahwa kita pernah bermain bersama, layang-layang, batu bata serta boneka saksinya.

Perkembangan zaman, perkembangan teknologi biar terus berpacu tapi perihal persahabatan jangan sampai pilu kemudian terbawa arus hingga membeku. Jangan…!

Advertisement

Biarkan persahabatan seperti laut yang bermuara pada samudra, dan jejak-jejak kaki kecil berubah menjadi jejak kaki dewasa, sampai tua.

Untuk sahabatku, satu menjadi dua, dua menjadi tiga maka biarkan persahabatan tetap terjalin bijaksana, dan tali silaturahmi tetap erat dalam genggaman kita.