Punya guru tampan atau cantik di sekolah, ternyata bisa jadi salah satu motivasi untuk rajin ke sekolah lho. Apalagi kalau pelajaran yang mereka ampu ternyata juga pelajaran favorit. Misalnya pun bukan pelajaran favorit, bisa jadi tetap akan bertahan demi pak guru tampan.

Jadi di sinilah, kucoba katakan sebuah pengakuan untuk guru tampanku.

Pak Guru, terimakasih untuk hadir di masa SMA-ku yang indah. Ketampananmu mengalihkan duniaku. Karena ternyata nggak hanya gebetan saja yang tampan, di dunia ini juga ada makhluk bernama guru tampan.

Pak Guru, terimakasih sudah mengajar di kelas. Mungkin pelajaran yang kau ajarkan bukan pelajaran favoritku. Tapi pada akhirnya aku bekerja keras agar engkau tidak perlu menuliskan nilai merah saat ujian. Pun saat benda bernama raport harus diserahkan pada kedua orang tuaku.

Pak Guru, terimakasih sudah memperbaiki suasana hatiku. Kalau gebetan atau cowok idola di sekolah kadang menyebalkan, maka saatnya berpaling dari mereka semua dan hanya melihatmu, Pak Guru.

Advertisement

Auramu yang luar biasa itu mendinginkan kepalaku dan membuat suasana hatiku jauh lebih baik dari semula.

Pak Guru, terimakasih selalu menyemarakkan suasana kelas. Biarpun lelah dan capek serta panas di siang hari, tapi wajah tampanmu mampu menyejukkan suasana. Bahkan tidak jarang jauh lebih sejuk dibandingkan AC kelas yang nggak tentu nyalanya itu.

Pak Guru, sekarang aku tahu apa bedanya kagum dan jatuh cinta. Pada awalnya kukira perasaan ini adalah jatuh cinta, karena semua perhatianmu. Tapi ini mengajarkanku beda antara kagum dan jatuh cinta. Karena ternyata kekaguman ini membuatku selalu bahagia melihatmu bahagia.

Karena tidak semua perhatian berarti cinta. Karena cintamu adalah cinta tulus antara guru pada siswanya.

Pak Guru, terimakasih sudah memaafkan dan memaklumi hal konyol yang pernah kulakukan dulu. Apa engkau ingat, Pak Guru, pernah kulakukan hal konyol. Hanya karena saat itu usiaku masih Abege dan masih dipenuhi galau hingga nekat kulakukan berbagai cara untuk menarik perhatianmu.

Dan saat kuingat lagi, ternyata itu semua sangat konyol. Kalau ingat hari itu, rasanya ingin ku menghilang saja dari dunia ini.

Pak Guru, terimakasih selalu menemaniku belajar sepanjang malam. Acara favoritku di radio adalah acara yang Engkau asuh, Pak Guru. Engkau yang mengajar di siang hari dan menjadi penyiar radio di malam hari. Nyaris tak pernah pesan atau rekues laguku tidak kau pedulikan.

Selalu ada suara tegas dan dalam milikmu yang setia menemaniku begadang sekedar mengerjakan soal atau belajar untuk ulangan esok hari.

Pak Guru tampan, terimakasih untuk semua momen menyenangkan selama di SMA. Semoga selamat dan sejahtera untukmu selalu. Maafkan muridmu yang kacau dan belum bisa membuatmu bangga ini.

Dan untuk adik kelasku di SMA, berbahagialah kamu yang masih bisa merasakan momen indah masa SMA bersama Pak Guru tampan ini. Jangan sia-siakan waktu tiga tahunmu ini ya.