Langkah kaki yang pada akhirnya mulai meninggalkan rumah lama dan beranjak pada perjalanan untuk menemukan kenyamanan baru. Di bawah langit senja saat matahari mulai terbenam pulang keperaduannya, memori itu kembali merasuk perlahan, membangkitkan kenangan lama tentang kekasih. Haruskah goresannya sedalam ini? Tidak bisakah ditinggalkan hanya membuat sedikit luka dan sembuh secepat yang ia bisa?

“Jangan bersedih, hujan pasti terganti langit terang walau tidak selalu ada pelangi disana.” kata seseorang pada orang lain yang sedang bersedih. Seandainya patah hati memiliki resep obat yang bisa dibeli di rumah sakit, pasti akan panjang sekali antriannya. Nyatanya tidak semua orang bisa menyembuhkan dirinya dengan cepat. Ada yang memilih untuk melanjutkan, ada pula yang memilih untuk bertahan. Mereka yang bertahan bahkan mulai mencandu rasa sakit dari kenangan lama yang mengalir bak arus air terjun, deras dan menyakitkan.

Tapi pada akhirnya semua orang akan bangkit, tentu saja. Karena ini hanya masalah menentukan pilihan untuk sembuh dengan cepat atau perlahan-lahan. Jika sampai saat ini ada yang masih menunggu orang yang telah pergi, tidak masalah, kau tidak sedang membuang-buang waktu. Kau hanya sedang belajar untuk melepaskannya secara perlahan, dan suatu saat dirimu sendirilah yang akan memberikan solusi terbaik. Lakukan perlahan jangan terburu-buru. Karena persahabatan dengan kedamaian lah yang kau butuhkan.

Sebanyak apapun orang lain memberi saran, jika kau sendiri belum membiarkan dirimu sembuh, semua hanya akan sia-sia. Maka mulai saat ini temukanlah jawabannya dari dirimu sendiri. Bertanyalah pada diri sendiri, apa sebaiknya yang harus kalian lakukan. Duduk dan tarik nafas panjang, jika kau orang beragama, mintalah Tuham-mu membantu mendamaikan hati mu. Saat kau bisa berdamai dengan diri sendiri, saat itulah kau akan menjadi lebih bijak untuk melangkah kearah yang terbaik. Jangan menunggu orang lain datang untuk menghapus air matamu, bangkitlah dengan kekuatanmu sendiri.

Sejatinya, saat mulai menemukan fakta bahwa orang yang dulu sangat kau cintai ternyata menghianatimu, maka boleh jadi kau menjadi lebih kuat dibanding kau yang sebelumnya. Tidak ada yang sia-sia didunia ini, percayalah. Semua membawa pelajarannya masing-masing. Tapi satu yang harus kusarankan pada kalian, mulailah mejadi dewasa, jangan pernah membenci orang siapapun orang itu. Karena boleh jadi hal itu malah menjerumuskanmu pada lubang kesedihna yang lebih dalam. Saat bisa memaafkan, perlahan rasa itu akan memudar dan jadi kaulah yang akan melupakannya, karena dilupakan jauh lebih menyakitkan daripada dibenci. Jadi temukan solusinya sendiri, dan jadilah kuat.