Surat ini kutulis untukmu, yang termanis, dengan penuh rasa kagum. Surat yg akan mewakili ribuan kata yg bersemayam dalam nurani. Ungkapan dari segala bentuk ekspresi hingga harapan yg timbul karena panggilan hati.

Mata dan senyummu masih selalu segar dalam ingatan, dari awal pejumpaan kita hingga sampai pada hari ini. Keduanya merupakan kombinasi indah yang telah Tuhan anugerahkan dalam dirimu.

Tentang dirimu, dan setiap detil yang membuatku jatuh hati berkali-kali tanpa alasan. Oleh suaramu, senyummu, setiap sorot mata yg menentramkan itu.

Sejak melihatmu dulu aku jadi semakin percaya bahwa Tuhan memang Maha Romantis, Karena lewat wajahmu aku melihat surga dan segala tentang keindahan yang tak mampu dibahasakan dengan kata-kata.

Kamu telah merasuk dalam relung hatiku, Perempuan yang merampas nafas, merusak irama detak jantung. Rasanya baru kali ini aku terpana , dibalut rasa rindu yang begitu hebat kepada sosok wanita.

Advertisement

Tidakkah kamu pernah terbebani dengan rasaku, rasa yang dahulu kau ragukan, rasa yangg sebelumnya kau abaikan? Tapi keyakinan membuatku yakin untuk bersabar, menikmati bergulirnya waktu dalam sebuah penantian.

Jujur saja, surat ini kutulis dengan perasaan terharu, takut salah memilih kata dan merangkainya dalam bentuk kalimat. Aku hanya berusaha menyampaikan secara sederhana tentang rasa rindu padamu yang sedang bergejolak.

Tidakkah kamu pernah merasa, bahwa pertemuan kita tak pernah direncakan sebelumnya. Hanya terlintas begitu saja mengalir apa adanya tak seperti romansa drama korea.

Dasar kamu, perempuan yang membuatku hilang logika jika kita berdua saling bertatap mata, yang selalu membuatku tak kuasa meredam rindu yang berkepanjangan. Mungkin di lain kesempatan kita bisa berbicara sambil terpejam, agar aku bisa merangkai kata dan kita pun berbicara lebih lama tanpa ada gegap dan gugup yang mendera.

Kamu, perempuan cuek yg meluluhkan hati seorang pemuda tengil? Jangan terlalu lelah dengan rasa bawelmu, teruslah berkembang dengan nuansa khas pribadimu, aku tak akan merubahmu biarlah kita sama-sama tumbuh dalam hubungan yg saling menguatkan, bukan ajang pamer atau gengsi yg berlebihan.

Tolong simpan baik-baik surat ini karena aku tidak yakin bisa menuliskan kata-kata ini untuk ke dua kalinya hehe

Terima kasih atas setiap waktu yang kamu sempatkan untuk sekedar menasehati dan mengingatkan, menyemangati tanpa pernah rasa bosan, hingga gelak tawa yang menentramkan menjadi melodi yang menyingkirkan kesepian.

Apapun itu, tetaplah bersamaku jadi teman hidupku bersama kita hadapi dunia #ehem

Kita berdua baru saja mengungkap kenyataan. Setelah sekian lama terkatung dalam penantian, kita berdua akhirnya berani jujur soal perasaan.

Salam cinta & perjuangan tumbuh dan mekarnya cinta karena adanya sebuah perjuangan dan kau adalah jawaban dari sebuah penantian!

Kasihmu, MHA