Pepatah menyatakan dunia itu ibarat roda, kadang kita berada di atas, kadang pula berada di bawah. mungkin seperti itulah yang terjadi pada hatimu maupun hatinya. Selalu berputar dinamis dan tak sama seperti dahulu kala.

Kamu bahkan bingung, atas dasar apa semua ini terjadi. Kamu dan dia mulai diam satu sama lain, hanya sesekali saja menyempatkan diri untuk saling bertegur sapa, atau hanya cukup memberi segurat senyum. Namun, sejujurnya masih prasangka yang mengganjal mendatangi hati. Prasangka itu hadir. Menyibukkan dirimu untuk mengira-ngira sendiri, apakah yang sebenarnya terjadi dan jawaban apa yang keluar dari mulutnya jika dia mau berbicara.

Kamu hanya bisa berpikir mungkin dan mungkin. Mungkin adalah sebuah jawaban dari setiap sudut keraguan dan ketidakpastiaan. Mungkin adalah jawaban sementara karena dia masih senang untuk membungkamkan diri. Karena tiada sepatah katapun yang kamu dengar untuk sebuah jawaban mengapa secepat ini dia berubah.

Berpikir sejenak, lantas kamu mengira-ngira hal yang mendasari dia tega melakukan ini. Mungkin dia berubah karena sikapmu? Bisa jadi itu benar, karena dia sudah mengenalimu bukan untuk waktu yang singkat. Mungkin saja ada sifat yang tidak dia sukai darimu atau muncul pikiran bahwa yang membuatnya letih adalah perubahan sikapmu, sehingga tanpa berpikir panjang, dia langsung berubah begitu saja. Bukan begitu sikap seseorang yang mengaku mencintai pasangannya. Gegabah dan tidak pernah berpikir ulang.

Jika dia sungguh mencintaimu maka seharusnya dia bertanya terhadapmu untuk berbagai peristiwa yang terjadi. Jika dia masih menganggap bahwa kamu yang berubah, bolehlah kamu menyadarkankannya, berapa banyak pengorbanan yang telah kamu lakukan, bahkan untuk saat ini. Dan seharusnya dia mampu berpikir bagaimana sikapmu atas perubahannya, dia akan bisa menilainya sendiri. Setidaknya kamu masih bertahan atas sikap perubahannya yang penuh misteri.

Advertisement

Rasa-rasanya jika kamu terus memendam tanya bahkan perasaan pada dirinya, apakah itu adil? Sedangkan dia hanya termangut-mangut saja, dan diam atas keadaan. Sampai kapankah kalian akan seperti ini? Seandainya dia tahu apa yang kamu rasakan dan seandainya kalian bisa bertukar posisi, maka dia akan mengerti. Dan ketahuilah, berdiam bukanlah tindakan yang tepat apalagi untuk sebuah drama yang menuntun kamu dan dia pada sebuah perpisahan yang tak lagi saling mengenal.