Hai kamu, lelaki yang akan menjadikanku masa depanmu. Aku seorang perempuan yang telah kehilangan ‘keperawanan’ pada masa lalu. Bisakah kamu terima aku dengan lapang dada?

Pada masa itu, perempuan-mu ini masih sangat polos. Hidup tanpa ajaran agama yang kuat juga minimnya bimbingan dari kedua orang tua. Ingin merasakan bebasnya kehidupan seperti burung yang terbang di langit, tapi malah tergerus pada jurang dosa.

Perempuan-mu ini terlalu polos untuk mengerti arti ‘pacaran’. Bermodalkan cinta, pada akhirnya membuat perempuan-mu rela memberikan ‘keperawanan’ pada lelaki yang kusebut pacar.

Perempuan-mu ini terlalu bodoh untuk mempercayai kata-katanya yang akan menjadikanku istrinya kelak. Saat kusadari dia telah mendapatkan apa yang dia mau, dia rela meninggalkan perempuan-mu ini seorang diri.

Dengan bangganya dia mencap dirinya lelaki sejati. Tanpa dia sadari telah melukai hati perempuan-mu yang paling dasar.

Advertisement

Pada akhirnya perempuan-mu sadar, bahwa ‘keperawanan’ adalah hal sangat wajib pada diri setiap perempuan. Memberikannya kepada lelaki yang bukan muhrimnya adalah kesalahan yang teramat besar. Tapi bisakah perempuan-mu ini memperbaiki diri? meresapi penyesalan pada masa lalu.

Air mata perempuan-mu ini telah kering untuk penyesalan yang tidak akan mengembalikan makhota yang sangat berharga. Adakah kesempatan bagi perempuan-mu dipersunting oleh-mu?

Perempuan-mu hanya berharap kamu terima dengan lapang dada. Tanpa perlu lagi melihat pada masa lalu. Untuk kemudian kamu bimbing pada masa depan menuju pada kebaikan.

Perempuan-mu tahu ini sangat berat bagimu, pun bagi kedua orang tua-mu, bisakah kamu berikan kesempatan kepada perempuan-mu untuk dapat menikmati hidup seperti perempuan yang telah di-sahkan oleh pernikahan.

Perempuan-mu percaya akan campur tangan Tuhan yang begitu nyata untuk aku yang sedang memperbaiki diri ini. Semoga Tuhan akan menunjukkan jalan kepada perempuan-mu ini untuk dapat kamu kasihi di masa depan tanpa perlu melihat pada masa lalu..

Dari perempuan-mu yang tidak ‘perawan’

yang sedang berusaha memperbaiki hidupnya.