Ingat tidak? Kita pernah mengakrabi malam-malam panjang tanpa kebersamaan seperti ini sebelumnya. Atau kamu yang pernah mendengar segala cerita bodohku, dan syukurnya kamu tak pernah menertawakannya. Dan nyatanya, kamu memang selalu ada di sana. Bahkan ketika aku terlalu jumawa dengan idealisme yang kupunya.

Kalau dihitung lagi, sudah berapa kali kamu memintaku untuk bersama dan aku selalu bilang tidak bisa. Luka yang sebelumnya kupunya, dulu jelas masih menganga. Dan tidak bisa kalau misalkan kamu tiba-tiba ada di sana, mencoba menyembuhkan lukanya. Akupun juga begitu, tidak ingin kamu terluka kalau kamu cuma jadi pelarian atau sekedar pengusir sepiku saja.

Bahkan mungkin akan sama sakitnya buat kamu setelah aku datang cuma untuk bilang kalau kita ini tak bisa lebih dari sekedar teman. Tapi, lagi-lagi, kamu masih tetap berdiri di sana. Menunggu sampai aku bisa bilang yang lain selain “tidak bisa.”, sampai menjadi, “Nanti dulu.” Dan kamu bilang kamu sudah cukup berbahagia dengan perubahan jawabanku itu.

Yang masih menjadi misteri adalah, apa mungkin aku yang mulai tak sehat kewarasannya, atau perjuangan kamu yang saking luar biasanya? Sudah kubilang kan? Perjalanan sabar dan do’a akan selalu diperhitungkan Yang Maha Kuasa. Siapa yang menyangka kalau aku akan berbalik lagi dan bilang mungkin sekarang sudah saatnya. Tidak ada yang tau kalau semisal kita akan jadi seperti ini, sekarang ini, dan mudah-mudahan sampai nanti.

Barangkali memang iya, kalau dicintai selalu lebih baik daripada mencintai karena pada akhirnya cinta akan datang karena terbiasa. Itu saja, satu hal yang pada akhirnya membuatku memutuskan untuk menangkap hati kamu kemudian mempertimbangkan untuk bersama. Meski kadang pertanyaan“Sejak kapan kita jadi sedekat ini?” masih kerap mengambang di kepala. Tapi tetap, nyatanya sekarang kita di sini, membuat kesepakatan baru lagi.

Advertisement

Apapun itu, terima kasih untuk tidak pernah menyerah. Terima kasih untuk masih ada ketika aku kembali dan ingin menetap di tempatmu saja.

Ps: Maafkan orang ini, yang pernah tidak sengaja menyakitimu berkali-kali.