Sejak putus cinta, Tuhan memanggilku kembali

Setiap manusia pasti pernah merasakan indahnya jatuh cinta dan patah hati. Terutama saat usia kita menginjak masa remaja. Siapa yang tidak tahan, saat ada seorang laki-laki datang membisikkan kalimat cinta, goda rayunya pun membuat perempuan terlena. Begitu pula aku.

            Kata orang, cinta itu buta. Begitu pula aku, aku yang dulu selalu membenarkan itu. Aku bahkan tidak peduli jika dia seorang pengangguran, aaku hanya bilang, “Aku akan tetap menunggumu hingga siap.”

            Setiap orang yang jatuh cinta pun, pasti selalu mengukir banyak mimpi dengan yang tercinta. Begitu pula aku. Aku ingin hidup bersamanya, susah dan senang kan kujalani bersama. Bahkan aku tidak peduli seburuk apa pun perilakunya, aku ingin terus bersamanya hingga mati.

            Tanpa kupikir, apakah Tuhan akan merestuinya?

Advertisement

            Saat hubunganku dengannya menginjak angka 4 tahun, aku mulai dilanda kebosanan, begitupula dengannya. Semakin waktu berjalan, selama itu perasaannya padaku semakin pudar dan berpaling pada perempuan lain.

            Aku dicampakan, setelah banyak menghabiskan waktu dengannya. Aku dicampakan dan dikalahkan oleh perempuan yang baru dikenalinya. Tentu saja hatiku hancur. Aku marah pada Tuhan, kenapa semua ini tidak adil padaku?

            Bukankah aku sudah banyak berkorban padanya?

            Apa kurangku?

            Bukankah aku selalu men-support-nya?

            Tapi rencana Tuhan memang selalu bermakna. Selalu ada hikmah di baliknya. Aku sadar dengan cara inilah, Tuhan ingin aku kembali padanya.  Aku yang dulu selalu jauh dariNya, akhirnya malam itu aku bersujud padaNya, meluruhkan seluruh airmata-ku dan menyesali seluruh dosaku.

            Aku percaya, ini belum terlambat. Aku tidak terlambat untuk memperbaiki segalanya….

            Aku bangkit, dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Menata hati ini dan berubah bukan untuk dia yang mengkhianatiku, tapi berubah untuk kehidupanku yang kelak ‘kan berakhir.

            Duhai perempuan, kamu adalah permata dunia yang selayaknya dijaga baik-baik. Jikalau suatu saat kamu mencintai seseorang, janganlah kamu terlalu mencintainya begitu dalam, jangan pula terlalu banyak berkorban sementara si dia tak memiliki tujuan hidup bersamamu. Cintailah tapi gunakanlah akal sehatmu. Aku tidak mau kamu terluka dan menyesal sepertiku.