Hallo perkenalkan namaku Via. Disini aku akan bercerita sedikit tentang sejarah awal pertemuan Enin dan Engki (Nenek dan Kakek). Empah (Ayahku) yang menceritakan ini sewaktu aku masih duduk di bangku SMP. Engki adalah seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada saat itu negara ini belum merdeka sehingga Engki sering menghadapi peperangan. Empah bercerita bahwa Engki adalah sosok yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan tampan.

Pada saat itu Engki sedang beristirahat di daerah dimana beliau ditugaskan. Secara tidak sengaja Enin yang pada saat itu melewati daerah Engki, Engki mulai terpesona dengan Enin karena dengan sering melihat dan bertemu dengan paras cantiknya Enin. Empah mengatakan bahwa saat itu beliau masing-masing belum mempunyai pasangan. Mereka pun semakin dekat dan akhirnya menikah. Karena pada saat zaman dahulu tidak butuh waktu lama untuk seseorang memutuskan menikah.

Engki dan Enin memiliki tujuh orang anak dalam pernikahannya. Empah (ayahku) merupakan anak sulung. Melihat kisah cinta mereka yang sangat menginspirasi saya membuat saya ingin seperti mereka. Keharmonisan, keromantisan, dan menjaga keutuhan keluarganya yang membuat saya termotivasi agar nanti bisa mempunyai keluarga seperti itu. Pada tahun 2012 Enin dipanggil Allah terlebih dahulu karena sakit. Beliau pun dimakamkan di kampung halamannya Garut.

Hingga saat ini bentuk kesetiaan Engki terhadap Enin masih saja terlihat. Kondisi Engki yang sekarang sudah tidak sebugar dulu apalagi kaki sebelah kirinya yang diamputasi mengharuskan Engki selalu memakai tongkat. Dengan tekadnya dan kesetiaannya untuk bisa bertemu Enin di pemakaman yaitu Engki memodifikasi sendiri sepeda motornya menjadi beroda empat agar bisa sering bertemu enin.

Yang aku salut beliau memakai motor dari cimahi ke garut menggunakan motor tadi. Sungguh kisah mereka ini patut aku banggakan dan apresiasi. Karena dari awal mereka bertemu kesetiaan sudah muncul. Pesan yang selalu mereka sampaikan kepada Via yaitu harus fokus pada cita-cita , jangan tinggalkan sholat, dan juga harus menjadi orang yang berprinsip.