Latar belakang manusia boleh berbeda, paradigma juga tak mesti sama, karena memang perbedaan merupakan keniscayaan. Banyak orang yang membandingkan situasi dan kondisi dirinya dengan kondisi sosial disekitarnya baik itu dari segi pencapaian, posisi, jabatan bahkan kemanfaatan. Sah-sah saja, selama hal itu tidak memberikan dampak negatif bagi diri untuk melejitkan potensi.

Rumput tetangga lebih hijau.

Pelangi selalu terlihat indah di atas kepala orang lain.

via http://www.kompasiana.com/alimudin_garbiz/pelangi-selalu-indah-di-atas-kepala-orang-lain_55118b56a33311c74eba7e22

Manusia memang unik ya? tak pernah ada rasa puas, tak puas jika belum merasakan seperti apa yang orang lain rasakan, hanya asumsi-asumsi (baca: anggapan-anggapan) yang dilontarkan tanpa merasakan proses yang dijalankan "situ sih enak bla.. bla.. bla.." cukup katakan : sekarepmu bae 😀 "Alhamdulillah" sambil senyum semanis mungkin, karena toh pada dasarnya bahagia itu ada dalam diri dan kita yang ciptakan sendiri. Mulai sa'at ini, mulai detik ini, dan mulai dari hal yang sederhana yang menurut kita bisa. "jangan sampai rumput tetangga lebih hijau, jangan sampai pelangi terlihat indah di atas kepala orang lain".

Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ?
"Semoga kita jadi pribadi yang selalu bersyukur, yang senantiasa bersyukur dengan berkah yg sudah kita miliki".

via https://web.facebook.com/notes/dudi-nurul-iman/hidup-adalah-anugerah-bagi-jiwa-yang-ikhlas/394537017241313

Bersyukur mengajarkan kita mengasah kepekaan jiwa. Ketika kita mendapatkan kesulitanpun bersyukur karena mungkin menyadarkan kita terhadap kemudahan yang lupa kita syukuri, bersyukur ketika kekuranganpun membuat kita bahagia, kesalahan membuat kita belajar untuk benar dan maju, kegagalan merupakan jalan bagi kita untuk sukses. ketika kita sukses bersyukur dalam segala situasi dan kondisi, rasakan sensasi jiwa yang semakin kaya dan berwarna. Karena pada dasarnya bahagia itu adalah efek dari rasa syukur kita terhadap-Nya. yaitu Ketika kita bisa mensyukuri nikmat yang sudah ada agar bahagia selalu menyertai kemampuan kaki melangkah.