Hai… Bagaimana kabarmu ? aku harap kamu sehat, bahagia, dan tetap seperti dulu, seperti pertama aku mengenalmu. Sebenarnya sudah lama aku ingin menyapamu kembali, tapi lidah ini terasa kelu meskipun hanya untuk sekedar berkata “Hai”.

Hei Kamu yang masih selalu ada dalam hatiku, Bolehkah aku bercerita sedikit ? Aku ingin mengenang masa yang membuat aku bahagia sampai masa yang membuat aku ingin tak mengenalmu lagi.

Perjumpaan kita sama seperti mereka pada umumnya, kita berkenalan tepat pada tanggal 13 September 2014. Ku akui sejak aku melihatmu pertama kali, aku bisa melihat kamu berbeda dari yag lainnya, Tapi entahlah mungkin itu hanya perasaan ku saja.

Hei Kamu yang masih aku harapkan, Tahukah kamu, sejak saat itu aku selalu memperhatikan semua gerak gerikmu dan mencari tahu semua tentangmu, tentang hobimu, kegiatanmu, bahkan tentang masalalumu. Dan sejak saat itu juga aku merasakan perasaan yang aneh, perasaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, perasaan yang membuat aku menjadi orang ulung.

Advertisement

Hei kamu pemilik senyum termanis, Tahukan kamu, aku sangat bahagia saat temanmu berkata kalau kamupun memiliki perasaan yang sama denganku, Tapi alangkah lebih bahagianya aku jika aku mendengarnya secara langsung dari bibirmu. Sejak saat itu juga kita saling memperhatikan, saling mengingatkan dan saling bertukar cerita. Meskipun kita tidak terikat dalam suatu hubungan yang disebut dengan Pacaran, Namun aku BAHAGIA.

Hei kamu yang kuanggap sempurna, Masih ingatkah kamu, Bagaimana perhatianku denganmu ? Bagaimana pengorbananku kepadamu ? Demi ingin mengetahui kabarmu, aku harus bertengkar dengan kakakku. Namun aku sangat menikmati keadaan itu, keadaan yang membuat aku merasa dicintai.

Akan tetapi itu tidak berlangsung lama. Hingga tiba saatnya kamu berkata, Jika kamu tidak menyukaiku dan tidak menyayangiku. Apa kamu tahu bagaimana perasaanku saat itu ? Aku sangat hancur, aku sangat terpuruk. Aku tak habis fikir, kenapa kamu tega mengatakan semua itu.

Saat aku sangat nyaman denganmu, saat aku ingin merasakan cinta, saat aku membutuhkan dukungan darimu, dan saat aku tak tahu harus kemana, ditambah dengan kamu berkata seperti itu ! Sempurna sudah luka yang kamu berikan.

Hei kamu pemilik mata terindah, Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu, Aku ingin tahu maksud dari perhatianmu selama ini, Apa maksud semua itu ? Apa maksud dari kata-kata indahmu dulu ?. Ah sudahlah, mungkin itu hanya salah satu kepandaianmu.

Hei kamu yang membuat aku linglung, Hari ini adalah hari Ulang Tahunmu. aku tak pernah lupa hari istimewamu.Di hari ulang tahunmu ini, aku berdoa semoga engkau lebih dewasa, dan semoga engkau mendapatkan jodoh yang engkau harapkan.

Maaf jika aku tidak mengucapkan selamat secara langsung denganmu, aku harap kamu memakluminya. Ohya sebentar lagi aku akan pergi dari sini, aku harap kamu bisa menjaga kesehatanmu, jangan sampai telat makan menjadi kebiasaanmu, jaga diri ya :).

Salam

Aku yang tak tahu diri