Hei kamu! Iya kamu pria hebat yang telah meninggalkanku dua tahun yang lalu, kemudian kamu datang dengan perasaanku yang masih tetap sama untukmu. Kemudian kamu memutuskan kembali untuk pergi lagi selama dua tahun untuk meraih impianmu. Bisa kah kamu membuatku untuk terus menjaga perasaan ini sampai kamu kembali lagi?

Terpisah samudera, dari hari ke hari, akan aku jalani tanpa kehadiranmu di sisiku. Mungkin perlahan aku akan hilang akal jika aku terus memikirkanmu setiap saat. Mungkin akan ku temui hari dimana kamu tidak hadir dan menghilang sejenak. Tapi bisa kah kita untuk menjaga keseriusan ini agar tetap pada kadar yang sama dan tak berkurang sedikit pun?

Aku menatapmu dan kamu tersenyum bahagia saat kamu ungkapkan keinginanmu untuk menyelesaikan pendidikanmu di Negeri Kangguru. Tapi dalam benakku bertanya, kenapa tak kau lanjutkan di sini saja dan tetap berjalan bersamaku?

“Tenang lah, aku tak kan lama. Hanya satu sampai dua tahun aku akan menyelesaikannya. Itu hanya sebentar” dan kau tersenyum

Bagaimana aku bisa beranjak dari ingatanku tentangmu, tentang indahnya kedua bola matamu yang selalu berbicara saat menatapku, yang menawarkan kedamaian yang begitu mendalam. Senyuman yang selalu aku kagumi sejak saat pertama kali kita bertemu hingga sekarang, yang begitu menentramkan hati dan jiwaku. Sanggup kah kamu membuatku terus terpikat dengan keindahanmu yang kamu miliki?

Advertisement

Akan terus adakah rasa khawatirmu terhadapku disela kesibukan kuliah dan aktivitasmu disana ? Saat malam minggu tiba, bisa kah kau tetap mengingatkan ku untuk tetap berada di rumah ?

“Pokoknya kamu gak usah kemana mana biar kamu aman. Tapi kalau harus pergi ya hati – hati. Jaga diri kamu ya.”

Mungkinkah aku akan lelah merindukanmu ? Tidak akan. Karna kamu adalah my sunshine yang membahagiakanku disaat langit kelabu.

Untuk yang terakhir kali sebelum kamu meninggalkan Zamrud Khatulistwa nan indah ini, mau kah kau menyusuri indahnya malam di kota Yogyakarta bersamaku ? Mau kah kamu mengajakku ke tempat makan langgananmu ? yaa walaupun bukan ditempat yang dipenuhi dengan cahaya lilin dan bunga mawar nan romantis, tapi cukup kamu memasakkan untukku, aku akan terus terpikat olehmu.

Mau kah kamu jika ku meminta untuk pergi ke alun – alun kota, dan ku menutup mata berjalan untuk mencarimu. Saat aku berhasil menangkapmu, boleh kah aku memelukmu erat? Karna aku tak ingin melepaskanmu.

Bersedia kah kau mendengar kebawelanku saat ku bercerita dan berargumen denganmu saat larut malam? Boleh lah jika kita menyicil rencana saat kau kembali lagi ke sini.

Bisa kah kita pergi ke sebuah negeri di atas awan dan menyaksikan matahari terbit yang tak kan kau temui di tempatmu besok? aku akan selalu merindukanmu.

Oh bagaimana aku bisa berhenti dari kebawelanku untuk mengkhawatirkan kesehatanmu disana? Kamu yang selalu ngeyel jika ku nasehati untuk tidak minum air dingin disaat udara dingin.

Bagaimana aku bisa berhenti untuk mengkhawatirkan pola makanmu disana? Kamu yang terkadang lupa untuk makan saat kamu asyik dengan segala kesibukan dan aktivitasmu.

Bagaimana caraku untuk selalu mengingatkanmu agar tak melewatkan sholat lima waktu yang akan melindungimu di sana? aku tak ingin kamu lupa.

Dan bagaimana kita akan bertahan dalam jarak yang sejauh ini?

You’ll never know dear, how much I love you…

Di pagi hari yang menakjubkan ini, semua barang telah terkemas rapi dan siap untuk berangkat. Oh aku benci harus membangunkanmu dan mengucapkan selamat tinggal.

Sayang, bisa kah kamu memelukku erat seakan kamu tak akan pernah pergi dan tetap tinggal disini bersamaku ?

Katakan padaku bahwa kamu akan kembali dan menyematkan sebuah cincin di jari manisku. Buatlah ku tersenyum. Aku akan selalu menunggu hadirmu disini.

Wherever you go, whatever you do, I will be right here waiting for you, I love you …