Pertama, aku ingin ucapkan selamat bagi kamu yang memiliki adik/kakak yang juga soulmate-mu sendiri. Saudara yang juga soulmate adalah dambaan setiap orang loh, kamu pasti tau hal itu. Jika kamu dimarahi oleh orang tua, ceritanya pasti ke dia. Kalau kamu sedang berantem atau bahkan putus sama pacar, mungkin lebih baik cerita ke dia daripada orang tua yang takutnya malah bikin kamu tambah gigit jari. Obrolan dari yang remeh-temeh hingga yang serius bisa kamu utarakan dengan enteng ke dia, bahkan obrolan yang seharusnya tidak diobrolkan sekalipun.

Dia tidak hanya ada untuk menyediakan kupingnya saja kan? Pertolongan apapun yang kamu minta pasti akan dia usahakan bahkan usaha yang melebihi dari pacar yang mengaku akan melakukan apa saja demi dirimu. Dari sekedar minta uang, minta ditemenin jalan, minta diantarjemput, minta dibikinin tugas, bahkan minta tolong ngurus surat-surat di Kelurahan atau Samsat pasti dia jabanin. Tentunya bagi kamu yang mempunyai adik/kakak yang juga soulmate pasti tidak akan lupa usaha apa yang pernah dia lakukan untukmu.

Jika sedang jauh pasti hari-hari tanpanya akan sangat terasa sepi. Kangen pasti selalu mengisi setiap udara yang ada di rumah. Cemilan dan jajanan yang biasanya langsung ludes, rasanya hambar dimakan tanpa ada dia yang akan jadi musuh berebutan makanan. Acara tv juga jadi kurang menarik, jika remotenya selalu kamu pegang. Alhamdulillahnya, tidak ada saingan kamu untuk menguras semua kecepatan wifi rumah, tapi pasti akan bosan jika sudah tidak ada yang ingin didownload dan ujung-ujungnya bakal kangen dia lagi.

Selamat dan berbahagialah bagi kalian yang memiliki saudara kandung yang sekaligus soulmate-mu.

Ngomong-ngomong soal saudara kandung yang sekaligus soulmate. Aku juga punya loh! Dia berbeda beberapa tahun di bawah umurku. Namun kita tidak pernah merasakan satu sekolah dan kampus. Dia itu orangnya bisa banget aku andalkan, ramah, asik, dan tidak mudah marah. Kalau kamu ngerasa adik/kakakmu soulmate kamu banget, jangan samakan kedekatanku dengan dia. Kita mah lebih!

Advertisement

Seperti kebanyakan yang bernama soulmate. Dia adalah orang yang paling sangat mengerti, mendukung, dan dekat banget. Kedekatanku dengan dia, jangan kamu pertanyakan lagi. Kita bisa tinggal satu rumah tanpa saling bicara loh! Kami tidak menggunakan lagi bahasa yang diucapkan lewat mulut. Kita cukup menggunakan hati. Kamu tau telepati? Nah seperti itu lah hubungan kami!

Untuk soal andal-mengandalkan, tidak ada orang yang seperti dia dalam hidupku. Di rumah, orang tuaku telah membagi pekerjaan-pekerjaan rumah apa saja yang harus dilakukan oleh setiap anggota keluarga. Terkadang aku menyapu dan mengepel lantai, terkadang dia. Terkadang aku yang menyuci baju, terkadang dia yang harus menyetrika. Ada kebiasaan yang tidak bisa kulupa, ketika dia kedapatan jatah menyapu dan mengepel terkadang dia tidak pernah menyentuh kamarku sejengkalpun. Alasannya ada dalaman bekas pakai yang masih tercecer di sana-sini. Iya kadang-kadang memang ada sih. tapi buat apa dia harus risih? toh aku adalah muhrimnya. Sedangkan ketika aku dapat jatah mencuci? aku tidak hanya melihat dalaman bekas pakai dia, tapi aku juga harus memegang, memilah, memeras, sampai menjemur. Kebayangkan?

Satu hal yang paling aku salut dengan dia. Kepalanya sangat dingin, sedingin yang dirasakan tentara Hitler saat menyerang Stalingrad, sedingin yang dirasakan tentara Napoleon saat menyerang Moskow. Pernah suatu ketika kami berselisih. Seingatku kita berselisih memperebutkan komputer. Komputer itu adalah alat paling canggih dan pewe di rumah untuk bisa melakukan apa saja yang tidak bisa dilakukan laptop, tablet, dan smartphone. Dia butuh kualitas menonton video yang greget, sedangkan aku butuh bermain DotA. Tebak apa yang terjadi ketika kami berebutan komputer? Dia melempar mouse khusus gameku. Dia melempar headset khusus gameku. Jika diandaikan dengan cucuran keringat, kaosku sampai bisa diperas untuk bisa membeli barang-barang itu. Seingatku tidak sampai dua menit kita beradu mulut. Barang-barang kesayanganku langsung hancur lebur. Niatnya mau hemat, akhirnya harus main diwarnet juga ditambah harus menabung lagi.

Pokoknya, aku ucapkan selamat bagi kamu yang memiliki saudara kandung yang sekaligus soulmate-mu. Aku tidak henti-hentinya mengucapkan syukur untuk kamu. Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa Yang Menguasai Seluruh Jagat Raya untuk kebahagiaan dan kesenanganmu. Aku sih sudah bersyukur juga senang dan tidak henti-hentinya berharap selalu tabah dan istiqomah atas cobaan ini.

Tiga kata terakhir dariku untukmu. Selamat! Selamat! dan Selamat!

(PS: Tulisanku ini tidak didasari oleh pengalaman nyata. Aku juga punya adik, walaupun belum bisa dikatakan soulmate, tapi dengan lahirnya dia ada juga kebahagiaan di hidupku. Sekali lagi selamat loh ya!)