Teringat beberapa waktu yang lalu, saat aku tak mengenal siapa dirimu, saat aku tak mengetahui bagaiamana sosok dirimu, namun hanya satu hal yang ku tahu, bahwa sejak saat itu aku ingin dekat denganmu. Entah apa yang membuatku terbawa dalam perasaan itu, aku hanya tak ingin memunafikan rasa yang ada dalam hatiku. Tak perduli ada dia disampingmu, tak perduli ada dia disampingku, rasa ini benar-benar membawaku ke dalam jurang dosa yang pastinya akan banyak menyakiti perasaan mereka. Dia dan dia. Dan ternyata itu pun terjadi.

Dari awal harusnya aku sadari, bahwa tak seharusnya rasa ini terus aku jalani, tak semestinya rasa ini terus aku sayangi. Sebab akhirnya akan jadi seperti ini. Ia sulit pergi, ia terus tersakiti sebab tak mungkin aku bisa menyelaminya bersama rasa yang kau miliki. Aku tersiksa sendiri, aku berjuang melawan segala rasa yang tak mungkin bisa aku tunjukan lagi. Karena aku tahu, kamu akan segera memulai kisah baru bersamanya yang kau pilih. Dan kini aku akan berjuang sendiri, melawan rasa yang ku miliki, membawanya ke dasar hati yang paling dalam agar tak lagi ia terbang melayang, agar aku tetap bahagia dan kamu akan tenang bersamanya.

Aku tak pernah tau sampai kapan aku bisa bertahan dalam rasa yang tak lagi bisa aku tunjukan kepadamu, rasa yang akan ku simpan dalam tanpa perlu aku tunjukan pada dunia, cukup pada Tuhan aku akan mengadukannya, sebab aku tak ingin membuat orang lain terluka karena rasa yang ku punya. Mungkin memang hanya waktu yang bisa ku tunggu. Waktu dimana Tuhan akan tunjukan kemana rasa ini akan berujung.

Kini aku akan memulai hidupku tanpa hadirmu seperti dahulu, bersama rasa yang tak tahu kapan akan terus bersemi dalam hatiku. Mungkin ia akan selalu tersimpan di dasar hatiku yang terdalam, mungkin ia akan berhenti padamu, namun tidak dengan langkah kakiku. Aku akan terus melangkah. Melangkah dan menguatkan hatiku bahwa aku mampu walau tanpa dirimu.

Seandainya Tuhan memberikan kesempatan untukku mengulang waktu dimana aku ada disekitar kehidupanmu, aku tak ingin kamu tahu rasa yang ku miliki padamu, agar aku dan kamu selalu tahu bagaimana waktu tak pernah menjauhkan jarak diantara kita, agar aku dan kamu selalu tahu bagaimana lidah bisa saling menyapa dan memperdulikan satu sama lainnya. Agar rasa itu tak buat kita saling terluka. Agar kasihnya selalu buat kita tetap dekat dalam rasa yang tak pernah kita tahu apa akhirnya. Bukan aku menyesali segala yang telah terjadi, hanya saja jika itu lebih baik, aku ingin mengulang waktu itu dan menyimpan saja baik baik rasa itu dalam hatiku.

Advertisement

Selamat berbahagia dengan dia yang kau pilih, bahagiamu bahagiaku, tak perlu lagi perduli dengan rasaku, sebab ia akan baik-baik saja bersama Yang Maha Pemilik Hati.