Walau mungkin terlalu cepat bagi kita berdua..
Untuk mengatakan selamanya kita akan bersama
Melewati segalanya yang dapat pisahkan kita berdua
Selamanya kita akan bersama, takkan ada keraguan
Kini dan nanti, percayalah…

Sebagai seorang wanita, tentu lah aku ingin mencari lelaki yang mampu menyayangiku dengan hatinya. Menyayangiku seumur hidupnya. Tak terbagi. Tak tergantikan. Sebagai seorang wanita sudah tentu aku mengidam – idamkan lelaki yang kelak mampu menerima ku beserta segala kekurangan yang kumiliki. Sebagai seorang wanita sederhana, tentunya aku juga terbiasa hidup dengan kesederhanaan.

Tak bermewah mewah, tak bergaya seperti wanita karier yang modis, tak bisa menghambur – hamburkan uang untuk hal – hal yang tidak bermanfaat. Sebagai wanita sederhana aku mencoba untuk mengulurkan jilbab ku, melindungi diriku, berkata santun dan menjaga hatiku. Mampukah engkau memaklumi segala kekuranganku itu?

Jikalau engkau ingin mencari yang cantik dan menawan, sudah tentu aku akan kalah dengan kebanyakan wanita diluar sana. Jikalau yang kau cari adalah yang elok rupa dan wajahnya memikat hati semua lelaki, sudah tentu bukan aku orangnya. Jika yang engkau inginkan adalah yang manis, yang jika ia melintas maka mata semua lelaki akan menuju kepadanya maka ku pastikan itu bukanlah aku.

Apalah dayaku jika yang kau cari adalah bidadari secantik itu? Apalah dayaku yang hanya mampu menundukkan wajahku, ketika aku sadar berbicara dengan tatapan mata yang terlalu lama bisa menggoda hatiku? Apalah dayaku yang hanya seorang kuli tinta, yang harus mendewasa dihadapan puluhan anak – anak yang kusayangi? Apalah dayaku yang menghabiskan seluruh waktu untuk mengabdi demi tabungan dunia akhiratku ? Aku tak akan mampu menjadi wanita cantik mempesona jika memang seperti itu yang kau cari didunia ini.

Advertisement

Aku hanya wanita biasa dan banyak yang lebih cantik nan menawan. Aku sadar, aku tak akan mampu menyainginya. Namun aku tak pernah takut. Aku cukup menemukan lelaki yang tak peduli pada hal itu. Dan memperbaiki diriku agar menjadi sebaik – baiknya wanita..

Aku harus mendewasa, aku punya puluhan anak – anak yang menjadi tanggung jawabku. Harusku ajarkan pada semua anak – anakku bagaimana cara menjaga diri. Bagaimana selayaknya berbusana sebagai wanita yang baik. Aku memang bukan seorang ustadzah, aku hanya wanita biasa yang belum banyak faham tentang agama. Namun, menjaga anak – anak itu adalah tanggung jawab besarku. Maukah engkau menerima kesederhanaanku yang kubalut dengan seragam bernama guru ?

Bidadari sesungguhnya mungkin memang tak bersayap, tapi yang pasti ia tentunya menutup aurat..

Aku membuka hatiku untuk menerima siapapun, menerima hati yang baru. Dan kuharap Ia berkenan mengahadiahiku lelaki yang mampu menjagaku, menghadiahiku lelaki yang mampu menerima aku dan tanggung jawabku. Dan apakah itu kamu? Aku pun tidak tahu. Namun yang pasti, semoga kita segera dipertemukan.