Selamat Hari Valentine Untuk yang di Alam Sana…

Tulisan ini memang tidak seindah puisi cinta, yang di dalamnya ada aku dan kamu, dicintai dan mencintai, rindu dan patah hati. Tapi di sini aku ingin menorehkan sebuah kata untuk mereka yang kini sudah tenang di alam sana. Sebut saja mereka perempuan. Mereka? Perempuan? Iya, mereka perempuan yang pergi meninggalkan kita penuh dengan luka dan kesedihan. Usia mereka belum sebanyak jari tangan dan kaki ini. Mereka masih bisa disebut anak-anak atau remaja. Mereka pergi dengan rasa sakit dan tidak terhormat. Hak-hak mereka dirampas secara paksa.

Mendengar kisah hidupnya selama ini, mereka adalah perempuan baik dan tangguh. Seorang perempuan yang masih duduk di bangku SD. Di bawah panasnya terik matahari, sambil berjalan tanpa alas kaki, tidak mematahkan semangatnya untuk menuntut segudang ilmu di sekolah nun jauh di sana. Seorang perempuan yang hidup belajar mandiri, tidak berhenti untuk bekerja keras demi kehidupan yang lebih layak di kemudian hari. Seorang perempuan yang mencoba membangun hubungan sosialiasinya agar tidak dianggap aneh.

Mereka menjalani hidup layaknya manusia normal pada umumnya. Masih ada keluarga, teman, dan masa depan yang setia menunggu jauh di depan sana. Tapi, penantian itu kini hanya sia-sia. Mereka tidak lagi di dunia ini. Tidak ada lagi senyum di wajah mereka, tidak ada lagi mimpi anak kecil yang periang itu. Kini hanya tersisa luka dan kesedihan abadi. Betapa kejamnya dunia ini terhadap mereka. Tidak adakah perbuatan yang lebih pantas Kau lakukan dengan mengambil nyawa mereka? Jika keadaannya demikian, siapakah yang pantas disalahkan? Tuhan? Manusia yang tidak punya moral itu? Negara? Atau mereka, perempuan itu?

Tapi, sebagian besar orang berkata, itu sudah jalan takdirnya. Ingin kumaki mereka yang berkata demikian. Masihkah pantas mulutmu berkata dan mempersalahkan takdir dengan perkosaan yang biadab itu. Di mana logika kamu letakkan? Nyawa mereka diambil secara paksa. Tapi lihatlah, manusia tidak bermoral itu masih saja tertawa. Tidak ada rasa bersalah dan penyesalan sedikit pun.

Advertisement

Masa depan, rasa takut, rasa sakit, tangisan, teriakan mereka kini hilang bersama kepergiannya. Mungkin mereka akan melupakan semuanya itu, tapi tidak dengan kami. Kepergian mereka terus mencabik-cabik perasaan ini. Tidak pernah berhenti memaki dan mengutuk mereka, para manusia yang telah melakukan perbuatan biadab itu pada gadis kecil tidak berdosa.

Betapa tidak adilnya dunia ini. Rintihan tangis dan teriakan minta tolong mereka tidak didengarkan oleh manusia. Cerita mereka diabaikan dan tidak ada yang tahu bahkan ada yang tidak mau tahu. Cerita mereka dianggap kurang menarik dan hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa terjadi di negara ini. Cerita politiklah yang dianggap menarik perhatian publik. Hidup dan nyawa mereka disia-siakan. Lalu, siapa yang akan menjadi superhero mereka? Negara? Aku rasa bukan. Tidak ada yang bersedia menolong mereka. Dirinya sendirilah yang menolongnya.

Bagaimana kami seorang perempuan akan hidup tenang di negara yang tidak ramah ini? Akankah ada sebuah tindakan yang menghindari konflik ini? Kami juga mempunyai hak dan kewajiban, kami juga butuh yang namanya kedamaian, kami juga haus yang namanya keadilan. Karena itu, tolong berikan peraturan yang menimbulkan efek jera. Kami sudah muak dengan semuanya ini. Jangan ada lagi korban. Jika perlu mata dibayar mata, nyawa dibayar nyawa. Dengan begitu, dunia ini akan sedikit lebih baik.

Aku sangat tahu betul, dengan tulisan ini berarti kembali membuka luka yang lama. Luka yang sangat hebat sakitnya. Tapi tidak mengapa, sepanjang waktu ini kami belajar untuk berdamai dengan hati ini. Semoga seiring berjalannya waktu, luka itu tidak meninggalkan bekas. Untuk kalian para perempuan yang berjuang sendirian hingga nafas terakhir.

“Kamu sudah bekerja keras selama hidupmu. Kamu sudah mecoba melakukan yang terbaik selama hidupmu. Kini, kamu tidak lagi merasakan sakit itu. Jangan meninggalkan dendam. Pergilah dengan tenang. Semoga engkau tenang di alam sana”.

#nyala untuk Yuyun beserta lainnya #nyala untuk perempuan yang kurang beruntung hidup di dunia ini.