Selamat malam. Selamat merindu.

Kau tahu bagaimana sosok ‘’rindu’’ itu? Kau tidak tahu? Ya aku pun juga tak tahu. Lalu pada siapakah aku bertanya tentang rindu? Apakah rindu itu menjelma menjadi kunang-kunang dengan kerlipnya ketika gelap,lalu saat siang dia menjadi kelelawar di atas pohon. Rindu itu menjadi-jadi saat malam mulai tiba dia menyeruak,memporak-porakan pikiran yang telah tertata rapi saat siang.

Kau masih tak tahu seperti apa sosok rindu?

Coba kau diam saat rintik hujan mulai turun kau akan tahu begitu dahsyatnya sensasi rindu ini. Menggelitik  relung-relung hati lalu cobalah kau tarik nafas dalam-dalam. Kau tahu aromanya? Itulah obat rindu bagi perindu yang tak tahu sosok ‘’rindu’’.