Yang Pertama,

Kuucapkan selamat untuk pernikahan kalian

Selamat menempuh hidup baru

Selamat berbahagia.


Hal pertama yang ingin ku ucapkan aku turut berbahagia untukmu dan hidup barumu, aku tak pernah menyangka secepat ini dan rumit seperti ini perasaanku yang dulu pernah tertata untukmu. Dia yang dulu selalu kau simpan rapi, kau tutupi segalanya tentang dia dariku. Dia yang selalu kau elakkan saat aku bertanya padamu, kini dia jugalah yang ternyata kau perjuangkan di belakangku. Dia yang selama ini kau tutupi untuk kau nikahi. Bukan apa-apa lagi memang sekarang untukku, tapi terkadang rasa sakit itu masih menyentuh sisi terdalam dari hatiku. Seakan tangispun sudah enggan lagi menyapaku ketika rasa sakit itu ada.

Advertisement


Yang Kedua,

Mengikhlaskanmu rasanya dulu begitu sulit

Tapi dengan memaafkan aku mudah melupakanmu

Walaupun masih ada sisa kenangan


Jangan pernah bertanya lagi kenapa dulu aku mencintaimu karena cinta tak pernah punya alasan untuk menjawab pertanyaan ini. Saat aku bertemu lagi denganmu di hari ini, rasa cinta untukmu tak lagi ada tapi ada sedikit rasa sakit menyentuh batinku. Melihatmu dengannya yang selama ini kau tutupi dariku, dengannya yang selalu kau anggap lebih baik dariku.

Ya, ada sedikit kenangan yang masih tertinggal. Lalu pikiranku pun kembali pada waktu itu, waktu dia dengan mudahnya memintaku untuk melepasmu karena dia mencintaimu. Masih teringat kembali saat terakhir aku pergi denganmu dan dia dengan mudahnya memarahimu hanya karena aku pergi denganmu. Dan bahkan ketika aku terluka waktu itu hanya dialah yang ada dipikiranmu, saat tak ada lagi kata terucap darimu. Ah, begitu munafiknya kau dan dia yang sengaja membuatku terluka di belakangku, tapi di depanku seakan segalanya baik-baik saja.


Yang Ketiga,

Menangispun percuma

Karena hari ini dialah yang akan bersanding denganmu


Mengikhlaskanmu sangatlah sulit dulu, hatiku terluka sangat dalam waktu itu. Waktu kau bilang padaku ada dia yang menggantikanku. Rasanya tangisku pun tak lagi berarti untukmu. Tapi, aku merubah pikiranku tentangmu dalam sebulan setelah kau meninggalkanku. Aku sadari tidak bisa memaafkanmu maka aku akan terluka sendiri dengan tingkahmu dan dia. Ku rubah semuanya dengan memaafkanmu, setiap doa selalu kupanjatkan agar kau bahagia, agar Tuhan selalu memaafkan apa yang telah kau dan dia perbuat. Karena aku tak ingin lagi kecewa dan dendam hadir di hidupku, sebulan dua bulan Tuhan menjawab doaku. Tuhan membantuku keluar dari pikiran-pikiran tentanmu dan membuatku ikhlas dengan segalanya. Dan Tuhan menyadarkanku tentang banyak hal, Tuhan mencemburuiku waktu itu.

Walaupun rasaku telah hilang tapi kadang kenangan itu menyelinap masuk dalam ruang kosong hatiku. Kadang aku rindu denganmu yang menemaniku selama hampir 6 tahun berlalu. Tapi hanya terlintas sebentar saja, jika aku masih ada rasa padamu tak mungkin aku menulis ini dengan senyum simpul yang sengaja kuhadirkan untukmu. Pernikahanmu dengannya juga bukan lagi tombak yang dengan sengaja menancap di dada. Semoga Tuhan selalu memberikan jalan untukmu dan dia, semoga Tuhan memberimu keturunan yang baik. Semoga Tuhan selalu membimbingmu. Selamat bahagia masa laluku, Selamat menempuh hidup baru.

Untukmu, Yang pernah mengisi hatiku, Semoga kamu bahagia dengan hidup baru