“Ibu, kapan adek lahir ?” , kata-kata itu selalu diucapkan olehnya semenjak ia tahu bahwa Ibu mengandung aku.. “nanti abang mau main sama adek, mau jagain adek” “iya…. Sabar ya, sebentar lagi adek lahir kok”

Hari kelahiranku selalu ditunggu oleh abangku yang ingin sekali bermain denganku…. Rasanya dia sudah tidak sabar mengajakku bermain bola…. Dia tidak tahu bahwa calon adiknya adalah perempuan….

Teruntuk abangku, yang selalu menunggu kelahiranku setiap hari, aku minta maaf jika kita akhirnya tidak bisa berjumpa…. Bukan karna aku yang tidak lahir ke dunia ini…. Tetapi Allah lebih sayang kepadamu…. Kau pergi tepat sebulan sebelum aku lahir. Akupun sebenarnya berharap bisa bertemu denganmu….

Abang tahu bagaimana rasanya saat ibu melihat abang ditabrak didepan mata ibu sendiri ? Bagaimana rasanya saat ibu mengetahui abang yang terlepas genggamannya dari Ibu saat akan menyebrang jalan ?

Begitu juga ayah, rasanya seperti tersambar petir ketika mengetahui kepergian abang yang begitu mendadak.

Advertisement

Abang, Aku ingin merasakan kasih sayang seorang abang yang akan melindungiku ketika aku diganggu oleh teman-temanku….

Merasakan gangguan-gangguanmu yang selalu akan membuatku marah.

Merasakan berebut makanan saat ayam goreng di meja makan hanya tinggal satu.

Merasakan dimarahi Ayah dan Ibu ketika aku berbuat kegaduhan dirumah yang disebabkan olehmu.

Merasakan rambutku diacak-acak padahal aku baru saja menyisir rambutku.

Merasakan rasanya berada dikursi belakang saat kau mengendarai sepeda.

Merasakan rasanya bercerita kepadamu tentang lelaki yang membuatku jatuh cinta, dank au merasa cemburu karena kau merasa adikmu sudah tidak lagi kecil.

Aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki sesosok kakak laki-laki yang selalu menjagaku.

Bagaimana rasanya di syurga, Bang ? Pasti nikmat… Abang tidak perlu buat PR kan di syurga ? Pasti banyak teman-teman abang yang seumur. Di syurga ada rendang gak bang ? Kalau ulangtahun teman-teman abang kasih kue gak ?

Bang…. Abang bisa lihat aku, ayah dan ibu dari syurga ? Seandainya abang ada disini… bulan ini kita merayakan ulangtahun abang dan ibu, abang ingat kan bulan ini ulangtahun ?

Bang, walau hidupmu didunia ini terlalu singkat, tetapi Ibu selalu mengenangmu.

Ibu sering bercerita bahwa aku dan abang memiliki nafsu makan yang sangat berbeda. Dulu saat waktu sudah menunjukkan jam makan, Ibu akan merayu abang untuk makan, abang selalu berlarian sekeliling rumah karena harus makan, bahkan tak jarang jika sop yang ibu sajikan untuknya selalu dihangatkan berkali-kali hingga airnya hampir habis. Waktu makanmu juga bisa berjam-jam, lain halnya denganku yang dari kecil sudah memegang botol susuku sendiri hingga menarik tangan Ibu yang sedang menonton sambil menyuapi aku makan. Kita mempunyai napsu makan yang berbeda jauh, bang! Kalau urusan makan, aku jagonya…. hingga sekarang…

Ibu juga sering bercerita bahwa abang sangat ingin menjadi polisi, abang selalu bangga menggunakan baju seragam polisi dari TK abang dulu, abang selalu meniup pluit polisi itu hingga nenek merasa terganggu. Abang, apakah di syurga ada pluit polisi ?

Hari-hari yang dilewati ayah dan ibu bersamamu memang cukup singkat, hanya enam tahun saja, tetapi itu memberikan memori yang indah untuk dikenang oleh ayah dan ibu kita.

Abang, begini rasanya terpaksa menjadi anak tunggal, tinggal aku satu-satunya harapan ayah dan ibu kita. Abang , menjadi anak tunggal bukanlah enak seperti yang orang bilang. Mereka akan bilang bahwa semua kemauanku akan dituruti, nyatanya tidak bang, ayah dan ibu hanya ingin mendidikku menjadi orang yang berhasil dan tidak ketergantungan kepada mereka. Berat memang ketika pertama kali aku harus tinggal berjauhan dari ayah dan ibu, aku menangis setiap hari selama dua bulan…

Abang, seandainya abang masih ada… pasti sekarang abang yang akan menjaga ayah dan ibu dirumah dan menghilangkan kekhawatiranku akan keadaan mereka yang jauh dariku saat ini. Abang juga pasti sudah memberikan cucu kepada mereka…. Ah… seandainya……

Abang, tidakkah engkau rindu kepada kami? Apa abang tidak ingin datang ke mimpi kami hanya sekadar untuk memberi senyum dan mengatakan bahwa kau bahagia disana ? Abang, apa rasanya tinggal di syurga ? Abang, peluklah aku dari jauh sana karena aku sangat merindukanmu..

Aku tahu bahwa kita belum pernah bertemu, tapi aku yakin kita akan berkumpul suatu saat nanti.

Abang, sedang apa di syurga ? adik kecilmu ini rindu…

Abang, aku hanya ingin menyampaikan rindu yang tak pernah kuungkapkan selama ini, akupun yakin ayah dan ibu juga sangat merindukanmu.

Tuhan, sampaikan salam rindu ini untuk abangku, katakan kepadanya kami sangat rindu.

Selamat ulangtahun, abangku tersayang… abang yang tidak pernah bertemu denganku…. Terimakasih sudah memberikan kenangan indah kepada Ayah dan Ibu sebelum aku lahir….. Sekarang giliranku, untuk membanggakan ayah dan ibu kita….