"Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim."

Hai, apa kabar ? Ah terasa sangat canggung bukan ? Entah apa yang harus aku katakan padamu, aku tak punya banyak keberanian bahkan hanya sekedar untuk menyapamu. Iya kamu, masa depan yang selama dua tahun terakhir ini selalu ku semogakan. Rasanya baru kemarin kita bahagia, menghirup aroma kebahagiaan disetiap detiknya. Rasanya baru kemarin pula kita melukis cita cita dan harapan di tengah derasnya hujan yang berjatuhan. Kita terbawa bahagia saat itu. Saat air hujan menjadi saksi kenangan indah kita.

Rasanya semua tentangmu adalah kebahagiaan untukku. Sampai aku merasa bahwa di hari dan detik ini kamu masih saja milikku. Ya, diriku gagal menyadari bahwa kenyataannya kita telah berpisah. Kenyataannya kita tak lagi berjuang di jalan yang sama untuk mewujudkan pertemuan yang selalu kita idam idamkan (dulu). Nyatanya hanya aku yang berjuang disini. Melihatmu berjalan terus tanpa menoleh padaku, membuat aku semakin menyadari bahwa apa apa diantara kita telah usai.

Maaf, aku yang belum terbiasa dengan semua ini, maaf aku masih merasa cemburu melihatmu dengan orang lain, maaf aku masih merasa memilikimu. Untuk semua itu aku minta maaf. Karena tak ada satupun orang yang akan terbiasa dengan sebuah kehilangan, termasuk didalamnya adalah aku.

Aku butuh lebih dari sekedar waktu untuk bisa memahami bahwa kita sudah tidak seperti dulu lagi. Bahwa aku sudah tak seperti dulu lagi, bahwa jalan kita sudah tidak berdampingan, bahwa kamu telah berjalan lebih jauh dari hatiku. Dan untuk semua itu sekali lagi aku minta maaf. Dan jalan ini belum terbayang olehku apa yang akan terjadi kedepannya.

Advertisement

Ku lihat kau baik baik saja tanpa aku, kau terlihat biasa saja, tak merasa seperti kehilangan, kau bahkan dapat melanjutkan hidup dengan baik. Untuk semua itu, aku turut bahagia. Meski bagiku, itu seperti tamparan keras karena ternyata ada atau tidaknya aku tak berpengaruh dalam kehidupanmu.

Dan aku? Aku masih berdiri di sini, di tengah relung hati yang menampakkan bayang bayangmu. Tak pernah ku sangka, akhirnya akan segera tiba hari istimewamu. Hari yang dulu selalu aku tunggu tunggu, bahkan sampai sekarang pun aku masih menunggu hari itu. Hari yang dalam bayanganku, aku bisa menjadi orang pertama yang berdiri di depan pintu rumahmu sambil membawa kue dan menyanyikan lagu happy birthday. Lalu aku dapat melihatmu meniup lilin bersimbolkan angka 17 sesuai usiamu nanti. Dan berharap kau bisa memberikan potongan kue padaku setelah orang tua mu.

Apakah kau tau, aku sangat menginginkan hal itu terjadi. Melihatmu tersenyum bahagia karena pertambahan usiamu, memberikan kado istimewa untukmu, dan memelukmu erat seolah kita tak akan terpisahkan. Ahh, maaf itu hanya lamunanku saja. Dan untuk semua itu aku tahu bahwa aku hanyalah semacam rintik hujan bagimu, yang jatuh lalu jejaknya akan segera hilang.  

Ingin rasanya aku menuangkan semua kata yang mewakili kerinduan ini, betapa ku merindukan kebahagiaan menyapaku seperti dulu. Ingin aku menyapamu, mengetahui kabarmu, bercerita ini itu padamu, chatt hingga larut malam, tertawa sendiri saat melihat pesan singkat darimu, dan masih banyak hal yang ingin ku lewati bersamamu. Tapi, kini yang terjadi hanyalah senyuman tipis yang dapat aku persembahkan untuk mengantarmu menuju kebahagiaan.

Mungkin bagimu masa lalu memang telah terhapus dan bahkan sudah tak tersisa. Semoga kamu selalu baik baik saja dan bahagia seperti sekarang. Semoga dia atau siapapun yang ada di sampingmu saat ini, bisa selalu membuatmu bahagia. Semoga kamu tidak pernah mengecewakan siapapun yang menyayangimu dan semoga kebahagiaan tak pernah menjauh dari kehidupanmu.

Tuhan salamkan rindu dariku padanya, pada dia yang dulu pernah ku perjuangkan. Sampaikan pesanku padanya semoga dia akan selalu berada pada lindunganMu dan semoga apa yang kamu inginkan dapat tercapai di tahun ini. Selamat tanggal 4 September yang ke 17 seorang yang sampai saat ini masih aku harapkan sebagai lelakiku. Dimana aku ingin sekali merayakan pertambahan umurmu bersama.

Salam dariku

Yang gagal menyadari bahwa ternyata kita telah berpisah.