29 September,

Ini adalah hari ulang tahunmu. Dalam 4 tahun terakhir kita selalu bersama saat hari itu datang. Tapi ditahun ini kita harus merayakannya secara terpisah. Saat hari ini tiba semua kenangan akan dirimu tiba-tiba saja menyelinap masuk dalam ingatanku tanpa permisi.

“Sejenak kenangan kembali datang bersama rintiknya hujan dan dinginnya angin malam”

Ingatkah kau saat ditahun pertama kita baru saling mengenal saat kau berulang tahun? Aku memberimu sebuah bingkisan yang diam-diam ku masukkan kedalam lokermu saat aku pulang kerja, kemudian kau bercerita kepadaku betapa bingungnya kau karna tak tau siapa yang mengirimnya dan aku hanya tertawa saat mendengar ceritamu itu.

Di tahun kedua kau berulang tahun, kita sudah menjalin kasih. Ingatkah kau saat kau menjemputku dirumahku dan aku keluar dengan membawa sebuah kue yang diatasnya sudah terpasang sebuah lilin kecil, dari jauh kau melihatku dengan tersenyum haru, lalu aku memintamu make a wish dan meniup lilinnya sebelum kita pergi kerumahmu. Ditahun kedua ini adalah tahun pertama bagiku pergi dengan seluruh keluargamu untuk makan bersama-sama merayakan hari ulang tahunmu. Aku begitu bahagia saat itu.

Advertisement

Di tahun ketiga kita masih merayakannya bersama. Saat itu pagi sekali aku datang kerumahmu dengan membawa sebuah kue dan sebuah bingkisan. Karna aku tau pasti kau masih tidur dan aku ingin membangunkanmu dengan sebuah kejutan kecil yang manis. Aku masih ingat benar ekspresimu saat aku membangunkanmu. Mungkin kau menggap ini mimpi karna pagi-pagi aku datang kerumahmu dan masuk kamarmu dengan membawa kue. Aku kembali memintamu untuk make a wish dan meniup lilinnya tapi setelah meniup lilinnya kau pura-pura tidur lagi. Tapi tak lama kemudian kau menghampiriku dan berkata “terima kasih” sambil tersenyum manis, lalu saat kau mulai memotong kuenya keisenganku mulai menggelitik, aku membuat mukamu penuh dengan krim kue tapi kau pasrah saja dan hanya tertawa, lalu kau menyuapiku sepotong kuenya. Tak lama ide konyolmu keluar ingin bolos kerja karna ingin bersamaku, karna akhirnya kau tau aku memang sengaja mengambil cuti kerja untuk mempersiapkan semuanya. Seharian itu kita bersama, makan ramen berdua ditempat favorit kita.

Di tahun keempat aku masih sangat bersyukur kita masih merayakan bersama. Ingatkah kau saat tengah malam tiba, saat pergantian tanggal, tepat jam 12 malam aku datang kerumahmu? Hanya untuk memberimu sebuah kejutan spesial. Kau masih tertidur lelap dan sangat sulit membangunkanmu, dari mulai aku, adikmu, orang tuamu tapi kau masih tak juga bangun dari tidurmu dan baru setengah jam kemudian kau bangun dan berkata “ngapain kamu kesini, ganggu aku tidur aja” sambil mengucek-ngucek mata dan meledekku dan kemudian kau pun meniup lilinnya. Kita berbincang bincang sebentar dan aku berniat untuk pulang setelah semuanya selesai, tapi kau dan ibumu memintaku untuk menginap saja. Aku pun menurut untuk menginap. Aku tidur dikamarmu dan kau tidur diruang TV. Pagi harinya sekalian kau berangkat kerja, kau mengantarku pulang. Saat sampai rumah kau berkata “makasih ya buat semuanya, sampe ketemu nanti sore, pulang kerja aku langsung jemput kamu lagi”. Sore harinya kita kembali bertemu untuk makan bersama.

Namun ditahun kelima ini adalah tahun yang bebeda. Kita tidak merayakannya bersama karena kita memang sudah berpisah. Rasa sedih ini mulai menghampiriku. Terkenang semua tentangmu dan tentang kita.

Apa kau masih ingat setiap doa yang aku harapkan yang kemudian selalu aku tulis disetiap kartu ucapanku dari tahun ke tahun? Ya, aku berdoa semoga setiap tahun kita merayakannya selalu bersama. Namun ternyata doa itu tak terkabul ditahun ini. Tahun ini aku hanya bisa mengucapkan dengan mengirim sebuah ucapan lewat sms, tak bisa mengucapkan secara langsung lagi dan hanya bisa memberimu sebuah video berisi foto semua kenangan kita dari awal kita bertemu sampai trakhir kita bertemu.

Dan aku sempat berfikir, apakah kau mengingatku saat ini? Apakah kau merasa kehilangan aku saat hari spesialmu tiba tapi kini bukan lagi aku yang berada disampingmu? Karna dari tahun ketahun saat hari ulang tahunmmu, kita selalu bersama dan aku selalu sengaja cuti kerja hanya untuk mempersiapkan suatu kejutan manis agar semuanya sempurna karna aku ingin kau slalu mengenangnya. Namun saat ini ingatkah kau akan aku walau hanya sedikit? Rindukah kau akan kehadiranku walau hanya selintas?

Maafkan aku wahai priaku, untuk saat ini aku tak bisa lagi memberikan sebuah kejutan manis seperti dulu lagi, aku hanya bisa memberikan semua doa terbaik untukmu dari kejauhan dalam setiap sujudku.

Sekali lagi..

“Selamat ulang tahun untukmu, semoga bahagia selalu”