Selamat ulang tahun yaaa… walau kini bukan aku yang berada disamping mu….

Hai kamu… apa kabar mu ? aku harap kamu baik – baik saja,

Lewat tulisan ini, aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun, dan seperti biasa aku pun selalu mendoakanmu dari sini, semoga kebahagian selalu milikmu.

Tahun lalu, kita merayakan ulang tahun mu hanya berdua, kamu mengajak aku makan malam, menceritakan tentang mimpi2 mu dan tentang banyak hal. Dan saat menjelang ulang tahun mu tepat jam 24.00 wib, aku menyalamimu dan mengucapkan selamat ulang tahun dan sederet harapan dan doa kusampaikan. Aku masih ingat kamu tersenyum – senyum sepanjang malam itu. Saat menghantarku pulang, aku telah menyiapkan cake kecil yang ada lilin warna warninya, aku menyanyi happy birthday ala kadarnya, sejenak kamupun berdoa sebelum meniup lilinnya.

Namun hal yang paling membahagiakanku adalah saat kamu bilang, “ aku sangat senang malam ini, karena aku merayakan ulangtahunku hanya kita berdua saja, dan kamulah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun, terimakasih ya…, aku sayang kamu “ dan kemudian kamu mencium pipi ku. Kamu tau, malam itu aku menyadari bahwa bahagia sesederhana itu, asal bersama orang yang kita sayangi, semua terasa sempurna, yaaa… kamu…

Advertisement

Sekarang tentulah sudah berbeda, banyak hal yang telah terjadi diantara, dulu kita saling menyayangi dan kemudian kita berdua merasa saling tersakiti. Di dalam hati ini pun ada rasa bersalah yang tertinggal dan rasa itu terkadang masih datang, kenapa begini… kenapa begitu, seandainya saja .. bla.. bla… ahhk sudahlah… , sulit untuk bicara namun apa yang telah terjadi terjadilah.

Kita harus bisa menerima bahwa segala sesesuatu tidak selalu bisa berubah seperti apa yang kita mau. Namun aku ingin kamu tau, saat bersamamu dulu adalah saat yang membahagiakanku, dan saat itu aku tulus menyayangimu entah bagaimanpun situasi saat itu. Seperti dulu aku tidak memaksamu untuk percaya, namun aku merasa perlu menyampaikannya, sekarang… untuk yang terakhir kalinya.

Maaf untuk segalanya kesalahan yang telah aku lakukan, dengan berkataan ataupun perbuatanku yang sengaja atau tidak sengaja. Dan begitupula denganmu, aku telah memaafkan semuanya. Terimakasih untuk waktu yang indah yang telah kita lalui bersama, untuk hampir setiap malam dan pagi yang kita habiskan bicara lewat telepon dan banyak sekali pesan singkat. Untuk kekonyolan yang telah kita buat, untuk nyanyian – nyanyian sebelum tidur yang kita nyanyikan bersama. Ini adalah rahasia kita, dan biarlah tetap seperti itu.

Ini adalah tulisan terakhir yang aku tulis tentangmu, sebelumnya telah banyak tulisan yang ku tulis tentangmu, namun biarlah tersimpan tempat yang seharusnya, jujur… diawal – awal berpisah denganmu tidaklah mudah untuk ku.

Terimakasih untuk pelajaran ini, semoga orang yang bersamamu sekarang dapat membuat lebih bahagia, dan begitupula denganku. Aku hanya bisa menyelipkan namamu dalam doa2ku, kelak semuanya akan menjadi baik – baik saja, aku dan kamu dan kehidupan kita masing – masing. Biar bagaimanapun kamu pernah ada dalam cerita hidupku, sebagai seorang terkasih yang pernah sangat dekat, penyimpan rahasiaku. Sekali lagi… selamat ulang tahun ya…

Pelan – pelan semua yang terukir terkikis menjadi tiada. Pelan – pelan semua yang terukir terkikis menjadi bentuk baru, sama saja. Kau tidak bisa membenci aku karena membuat kenangan pahit, aku tak bisa memilikimu walau sudah memberi kenangan manis.