Wishing You God’s Blessing on Your Wedding Day and may She always be the heart of your marriage, the light of your home, Congratulations!

Sepenggal harapaan dan doa, kata-kata kurangkai dalam ingatan dan siap untuk kuucapkan. Tapi sayangnya aku tak masuk hitungan daftar undangan pernikahanmu. Sungguh tak mengapa, aku selalu mendoa semoga engkau bahagia dengan dia. Meskipun dalam hati aku ingin melihatmu berdiri gagah dengan wanita pilihanmu dan memperkenalkannya padaku dengan banggamu. Oh Tuhan semoga mereka bahagia.

Aku adalah seseorang yang selalu bahagia mendengar semua berita tentang dirimu, tentangmu yang menemukan tambatan hati, tentangmu yang meminang wanitamu dan tentangmu yang melangkah lebih dulu kejenjang pernikahan untuk mengenapkan separuh agamamu. Meskipun hanya lewat gambar yang kau unggah di dunia maya, dan meskipun aku tak pernah menyambangi dan menaruh jempolku dalam foto itu, aku bahagia untuk bahagiamu. Karena kau dan aku tau kita mempunyai hubungan pertemanan yang berawal dari kata tidak mungkin.

Sekian lama mengenalmu, aku tau engkau lelaki baik yang bisa membimbing wanitamu menuju Jannah, sopan santunmu ketika memperlakukan wanita, tutur katamu dengan yang lebih tua. Semua tentangmu adalah tentang kebaikan, semoga.

Dan jika aku pernah berbuat salah selama aku mengenalmu, aku haturkan permintaan maaf sebesar-besarnya. Saat kita berbagi kabar lewat suara bertahun-tahun silam, aku masih mengingatnya, kebaikanmu saat mau melakukan sesuatu untukku meski saat itu status kita teman setelah definisi hubungan yang sulit, kamu masih baik dan itu yang menjadikanmu berbeda. Aku masih mengingatnya, dan akan menjadi bagian dari kenangan.

Advertisement

Kau tau kita pernah menjadi sesuatu yang saling merindukan, saling menebar kata penuh harap, dan kini kau memilih meninggalkan bangku ingusan dan menjadi pria seutuhnya, selamat. Selamat bertambah dewasa dengan semua keputusanmu, aku sangat senang.

Namun dalam hati tak pernah berhenti bertanya, kenapa dan mengapa kau tak mengundangku, kenapa aku harus mendengar kabar gembira ini dari orang lain, kenapa tak kau sendiri yang menyampaikannya? Apa sudah tak ada lagi barisan angka itu di ponselmu? Ah ya sudahlah tak mengapa, sekali lagi selamat menempuh hidupmu yang baru, meskipun dekat aku tak bisa datang jika aku tak pernah menjadi undangan. Aku tau kau tak melupakanku, hanya saja kamu ingin menjaga hati wanitamu, tak mengapa, aku faham. Dan sekali lagi berbahagialah.

My greatest wish for the two of you is that through the years
Your love for each other will so deep and grow
That years from now you will look back on this day
Your wedding day, as the day you loved each other the least.

untukmu teman, sahabat, mantan kekasih