Telah lama kau pergi tanpa meninggalkan kabar. Ku pikir kamu telah melupakanku. Walau aku percaya, rasa akan tetap sama sampai kapanpun.

Maaf, bila aku terus menganggumu. Bertanya kabar melalui tinta, dan aku begitu suka menjadi perempuan bodoh yang tak henti mengharap kamu membalas pesanku walau satu, dua kata. Setidaknya kamu bicara padaku. Aku hanya ingin memastikan kamu disana baik-baik saja dan bahagia.

Pada selembar surat ini yang menjelaskan perihal rindu yang secara tidak sengaja kembali menyentuh hatiku, dan akhirnya kembali aku mengingat suatu momen. Iya, pada kenangan dan ada rasa yang telah menjalar merasuk ke dalam aliran darahku.

Kau tahu, Captain? Sampai detik ini, di mana kaki ini masih bisa melangkah menapaki jejak-jejak yang kau tinggalkan. Sampai hari ini aku bernapas dan masih tanpamu, kamu tetap satu yang terbaik dan yang terindah.

"Tahukah engkau? Begitu banyak cinta yang datang mendekat. Namun tak ada satupun yang bisa menduduki tahtamu di jiwa ini. Kamu pemilik hatiku yang handal. Sebegitu kuatkah pertahananmu dalam kisah hidupku ini."

Advertisement

Aku tidak berkeberatan andai kata orang menyimpulkan aku wanita yang gila. Mengkhayalkanmu datang setiap hari, mengisi kekosongan hati ini, dan selalu ada kamu dalam tiap imajinasiku, inspirasiku, juga ada kamu dalam tiap apa-apa yang aku tulis. Aku merasa senang atas cinta yang tulus ini, dan sangat sedih andaikata kamu hanya sebatas mimpi.

Aku selalu bertanya pada angin; telah sampai manakah Kapten hatiku berlayar? Kapankah dia akan berlabuh di pelabuhan terakhirnya di hatiku? Walau tanya itu selalu mendapat jawaban yang mengecewakan. Lalu hatiku tenggelam dalam lautan mati.

"Namun, cinta sesederhana itu, Capt: Ketika wanita yang mencintaimu dan setia menunggumu tanpa pernah dia tau kapankah kamu akan datang menyambut asanya."

Aku tidak berharap lebih, sekadarnya saja. Aku hanya ingin bisa memelukmu erat dan mendengar suaramu membisikkan kata-kata yang telah aku tunggu selama ratusan purnama dan ribuan hari aku dalam penantian.
Pada setiap penantian akan berakhir indah pada waktunya. Namun sebelumnya, Tuhan ingin melihat kesungguhan dan ketulusan hati kita, sedalam mana ikhtiar dan perjuangan yang telah kita jalankan.

"Cinta yang menguatkan perjalanan hati kita, menuju tempat impian. Dan kau tahu, bagiku kamu lebih dari sekadar sempurna."

Semoga Tuhan segera menyatukan hatimu dan hatiku pada singgah sananya. Amin

Salam.