Dalam kehidupan di jaman sekarang ini, kita terlalu banyak dibuai oleh kemudahan-kemudahan. Sering dimanjakan dengan kenyamanan. Dibiasakan dan terbiasa dengan situasi yang sangat menyenangkan. Berbagai cara menantang kita untuk mengambilnya atau meninggalkannya. Melupakannya, atau bahkan putar arah untuk mendapatkan cara yang sesuai dengan keinginan kita. Yang bisa dengan cepat memenuhi kepuasan mata kita, daging kita dan hati kita. Tidak rela semua keindahan itu sirna dari kehidupan kita. Itu semua adalah musuh kita atau sahabat kita ?

Banyak juga kesulitan, keprihatinan, jalan yang sulit, tantangan yang menguras pikiran kita dan tenaga kita. Pilihan yang semua tidak enak tapi kita harus ambil salah satu. Atau memang tidak ada pilihan, tetapi hidup harus tetap berjalan. Melelahkan.. Kadang hampir hilang asa. Banyak juga yang putus harapan. Ingin sekali semua kepahitan itu hilang bersamaan dengan detik yang berlalu. Anggaplah itu semua adalah sahabat kita atau musuh kita.

Jangan pernah lelah untuk meyakini bahwa Tuhan adalah hakim yang sangat adil. Tuhan sangat mengasihi kita tapi juga Tuhan juga bisa murka setiap saat.

Tuhan sanggup menyelamatkan kita dari musuh yang mengejar kita dan Tuhan juga yang mampu melepaskan kita dari musuh kita. Karena Tuhan adalah perlindungan kita dan penyelamat kita.

Kita tetap harus ingat, bahwa musuh kita bisa mengejar kita seperti singa – singa yang ganas, menangkap kita dan menyeret kita, lalu menginjak – injak hidup kita ke tanah dan menaruh kemuliaan kita ke dalam debu. Jika kita terus melakukan kecurangan, kejahatan, kelaliman, atau merugikan orang dan hidup dalam dusta.

Advertisement

Baiknya adalah kita bersyukur kepada Tuhan karena keadilanNya dan kita bermazmur bagi nama Tuhan yang Mahatinggi.

Apakah kita benar, dan apakah kita tulus ikhlas ? Kiranya Tuhan akhiri kejahatan kita dan meneguhkan perbuatan kita yang benar. Kita semua harus percaya Tuhan adalah yang menguji hati dan batin kita. Karena Tuhan maha mengetahui. Dalam ketidakmampuan kita, dalam kelemahan kita, hanya Tuhan yang bisa memampukan kita dan menguatkan kita untuk memilih "musuh-musuh kita atau sahabat-sahabat kita tadi".

Beranikah kita berkata dan berdoa, " Bangkitlah Tuhan dalam murka-Mu, Tuhan yang mengadili bangsa – bangsa, hakimilah aku, apakah aku benar atau aku tulus iklas ?"