Kaulah calon imamku yang tertulis di Lauhul Mahfudz menjadi alasanku untuk berjuang sekeras ini. Aku tak pernah merasa sendiri meskipun kita harus terpisah karena jarak. Dan akupun tau kau pasti juga sangat merindukan datangnya diriku. Tunggulah hingga datangnya waktu itu. Hai calon imamku, kau sebenarnya imam dan aku makmummu. Kau mengimami sholatku pada setiap waktu. Lalu ku aminkan doamu agar kelak luas surgaku. Diriku terus memperbaiki diri, agar diriku bisa memiliki kau yang juga terus memperbaiki diri dengan berjalan di jalan kebenaran. Seperti yang tertulis dalam Qs. An Nur: 26

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik.

Aku memang tak mengetahui siapa dirimu, tapi aku selalu berharap jika kau terlebih dahulu mencintai Tuhanmu sebelum kau mencintai diriku. Aku terkadang mulai merasa gelisah dalam penantian penuh kesabaran ini, pada kau insan yang kucintai dalam diamku. Sebelum kau halal bagiku, disini aku hanya merindumu dalam doa. Dan semoga doaku menghangatkamu disudut kota manapun.

Kau calon imamku namamu pun begitu misteri bagiku. Namun doaku tak pernah terputus untukmu. Semoga kau selalu berjuang dengan keras sama seperti diriku saat ini. Kau calon imamku jaga dirimu baik-baik, aku tak ingin dirimu terluka. Termasuk luka karna kau bertemu dengan orang yang salah sebelumnya. Ku harap kau menjaga dirimu hingga menjaga hatimu kelak kita bertemu. Semoga cintaku terus bertambah padamu layaknya kuku dipotong akan terus kembali. Aku akan terus menunggumu aku aku percaya jika ikhtiar sudah sampai batas, biarlah doa dan takdir bertarung di langit dan menunggu keputusan terbaik menurut-Nya. Karna Allah tidak menyuruh kitamenang tetapi Allah menyuruh kita untuk berjuang.