Aku tahu sulit rasanya melupakan kita yang dulu, padahal kamu begitu mudah melupakan kita, kita yang pernah ada. Kamu tau yang tersulit itu bukan mengucapkan selamat tinggal, tetapi membiasakan diri tanpa kamu dan di saat aku melewati tempat yang pernah ada aku dan kamu, pernah ada kisah cinta kita.

Jejakmu tertinggal di tempat yang pernah kita singgahi. Masa ada aku dan kamu, dan pasti ada kita, aku sebut itu masa lalu kita. Setidaknya kamu pernah membuat aku jatuh cinta, membuatku nyaman, pernah membuatku bahagia. Kamu ingat kamu pernah janji kepadaku, kalau kamu tidak akan pernah meninggalkanku, tapi itu basi, kayak makanan yang kamu diamkan berhari-hari.

Kamu meninggalkan aku dan kamu pernah bilang tidak ada kata pisah. Tetapi aku lelah, lelah berharap pada kata-kata seperti yang kamu bilang malam itu. Rasa sakit itu takkan pernah kamu tau. Rasanya kehilangan orang yang selalu membuatmu tersenyum. Nyatanya apa, kamu membuatku menangis.

Aku ingin tertawa bahagia, tetapi kamu tau sampai saat ini aku belum menemukan hari di mana aku bisa terseyum lepas dan bahagia seperti bersamamu. Ingat tempat makan yang pernah kita kunjungi? Tempat di mana ada aku dan kamu menjadi kita. Tempat sederhana yang penuh kenyamanan di mana kamu membuat aku bahagia, di mana kamu mengikrar janji tidak akan meninggalkan aku, tapi nyatanya kamu pergi.

Malam itu sangat indah karena aku yakin aku akan jadi milik kamu selamanya, tetapi kenyataan berkata lain, itu hanya bualan yang kamu kasih ke aku. Kamu dengan tenang pergi meninggalkan aku bersama kebahagian kenangan yang kita rajut bersama. Untuk apa malam itu kamu memberikan bunga dan cincin itu kalau ternyata kamu pergi?

Advertisement

Tetapi sekarang aku duduk di sini menatap kekosongan, menatap kesepian kehilangan kamu yang pernah ada di samping aku selalu membuat tertawa bahagia. Sekarang hanya tinggal kenangan dan luka yang memberkas di hati.

Selamat tinggal kenangan.