Ketika dulu aku telah menutup hatiku untuk yang lain. Kau datang memberikan sebuah cerita indah, kau datang mengetuk hati yang sepi kau datang dan membuat semua berwarna lagi.

Hari demi hari tiada hari kulewati tanpa mendengar suaramu, tanpa melihat handphone dan melihat namanya di panggilan masuk.

Suaramu begitu lembut diujung sana, hanya mendengar suaranya sudah cukup membuat lengkung senyuman manis di bibirku, detakan nada indah dalam hatiku. "ah iya dia orangnya" Dia yang membuat diriku menjadi begini, membuat langit selalu biru.

Seiring berjalannnya waktu, hari yang kita lewati nampak tidak mudah lagi "apa kau lelah memperjuangkan hubungan ini?" Hatiku terasa sangat pedih ketika dia berkata "aku capek" hubungan yang kami bangun selama ini apakah akan retak disini?

Memang benar kata orang terkadang apa yang kita rencanakan dan harapkan belum tentu pasti berjalan dengan kehendak kita. Akhirnya aku mengerti, orang tuanya tidak merestuin hubungan kami.

Advertisement

Sakit.. Iya hanya sakit yang aku rasakan sekarang, aku tidak ingin berpisah darinya tapi keadaan memaksa kami untuk berpisah.

Mengapa?

Mengapa dia tidak mau berjuang untukku? "ya aku tau, dia anak yang taat pada orang tuanya"

Aku jahat kalau membuat dia menentang kedua orang tuanya, aku ini siapa. Lebih aku mengalah.

Tapi dalam hati kecilku menangis, sulit untuk menghikhlaskan apa yang sudah terjadi. Izinkan aku, ak mohon "om tante berikan aku kesempatan " mengapa apa yang salah pada diriku?

Ingin sekali aku ucapkan kata-kata itu pada orang tuanya, tapi apa daya aku ini siapa. Disaat aku berusaha berjuang Dia hanya mengikhlaskan hubungan ini dan tetap setuju untuk berpisah.

Lagi lagi hanya sakit ketika aku harus memikirkan semua yang terjadi.

Bagaimana bisa 2 insan yang masih saling mengasihi satu sama lain harus terpisahkan karena keadaan. Memgapa? Mengapa semesta mengizinkan kami untuk bertemu kalau akhirmya cerita kami berakhir seperti ini.

Sampai detik ini aku selalu berdoa agar dapat mengikhlaskan semua yang terjadi. Biarlah, biarlah pergi.

Satu hal yang kutau ketika semesta mempertemukan kami

Selalu ada maksud dan tujuan dibalik semua ini, selalu ada rencana yang indah . Mungkin dia bukan jodohku di saat ini.

Tapi nanti dimasa yang akan datang. Ketika semesta mengizinkan kami untuk bertemu lagi.

Terima kasih buat semua goresan indah dan sakit. Dan kini aku sadar semua tak sama lagi.