Hari kedua berada di Pulau Bali tidak sabar rasanya untuk menelusuri dan melihat keindahan apalagi yang akan disuguhkan oleh alam dan budaya di Pulau yang sangat tersohor itu. Setelah hari pertama kita mengunjungi beberapa cagar budaya yang ada di Pulau Bali, tidak ada salahnya hari kedua ini kita mengawalinya dengan menonton pertunjukan kesenian Tari Barong yang begitu populer dikalangan wisatawan domestik maupun mancanegara #IniPlesirKu. Walaupun ini kedua kalinya saya menonton pertunjukan kesenian ini, tapi tidak mengurangi ketertarikan saya untuk mengikuti jalan ceritanya lagi. Pertunjukan kesenian Tari Barong ini di pentaskan di desa Batubulan yang diselenggarakan setiap hari, dimulai pukul 09.00 dengan durasi pertunjukan 60 menit. Sebelum masuk kedalam area pertunjukan jika ingin mengabadikan momen istimewa berada di Bali, kita bisa berfoto dengan dua orang wanita yang berpakaian adat Bali lengkap dengan membawa bunga akan menambah antusias kita untuk menyaksikan pertunjukan Tari Barong. Kesenian Tari Barong ini menceritakan tentang budaya masyarakat Bali jaman dahulu yang menggambarkan antara kebaikan dan kebatilan. Tokoh kebaikan yaitu barong berupa hewan berkaki empat, sedangkan tokoh kebatilan dimainkan oleh Rangda yaitu sosok yang menyeramkan. Harga tiket pertunjukan seni Tari Barong ini seratus ribu rupiah. Konsep pertunjukan Tari Barong ini di dalam ruangan dengan penonton berada di atas tribun. Pengunjung akan mendapatkan cerita pementasan dalam bentuk kertas dengan berbagai bahasa. Di awal pertunjukan, kita akan disambut dengan permainan musik tradisional gamelan Bali yang akan membawa kita menuju suasana jaman dahulu kala. Pertunjukan seni Tari Barong ini dibuka dengan dua orang penari perempuan yang menggambarkan keindahan alam Bali. Pertunjukan kesenian Tari Barong ini merupakan perpaduan unsur budaya dan hiburan. Unsur budaya masyarakat Bali yang meyakini bahwa Barong merupakan hewan pelindung. Sedangkan ditengah-tengah pertunjukan diselipkan unsur hiburan berupa komedi untuk mengundang gelak tawa penonton. Setelah pertunjukan selesai, penonton dapat berfoto dengan para penari dan tokoh-tokoh dalam cerita tersebut.

Tari Barong juga dapat disaksikan di dalam kawasan Garuda Wisnu Kencana. Dengan konsep panggung yang berbeda, para penari dan penonton tak memiliki jarak apapun. Karena pertunjukan diadakan dengan konsep terbuka jadi penonton bebas menikmati Tari Barong ini, bisa berdiri, duduk dibawah atau di kursi yang telah disediakan walaupun jumlahnya sedikit. Disini tidak perlu membayar untuk menyaksikan Tari Barong karena sudah termasuk tiket masuk Garuda Wisnu Kencana.

Belum cukup rasanya setelah menonton pertunjukan kesenian Tari Barong, karena Pulau Bali terkenal dengan kekayaan adat dan budayanya. Menutup keseruan hari itu hingga sore menjelang dengan menyaksikan pertunjukan seni yang tak kalah memukaunya. Ada satu lagi kesenian yang tak boleh terlewatkan jika sedang menikmati keindahan Bali yaitu Tari Kecak. Lokasi diadakannya pertunjukan Tari Kecak berada di Pura Uluwatu. Lebih dikenal dengan sebutan Uluwatu Kecak fire Dance. Tari Kecak ini menceritakan lakon Ramayana dan Hanoman yang bertarung melawan Rahwana. Pura Luhur Uluwatu ini berada diatas tebing yang menjadi lokasi untuk menyaksikan pertunjukan Tari Kecak. Pura Luhur Uluwatu ini merupakan pura yang bersejarah dan terkenal di Pulau Bali serta merupakan habitat bagi para pasukan monyet yang lincah dan agak nakal, masyarakat Bali percaya bahwa mereka adalah penunggu pura. Diharapakan berhati-hati dengan barang bawaan bila berjalan dikawasan pura karena para monyet itu bisa dengan cepat mengambil barang bawaan kita jika kita lengah.

Tari Kecak ini dipentaskan pada pukul 18.00 pada saat matahari terbenam tepat didepan mata kita. Dengan tiket seharga seratus ibu rupiah, kita bisa menyaksikan seni Tari Kecak sekaligus juga menikmati pemandangan matahari terbenam dan keindahan ombak pantai yang beradu dengan batu karang. Tari Kecak ini dikonsepkan dengan alam terbuka, panggung berada dibawah sedangkan penonoton diatas tribun menghadap pantai Uluwatu sehingga kita dapat melihat pesona matahari terbenam. Tari Kecak ini juga merupakan kesenian yang menggabungkan unsur budaya dan hiburan. Para tokoh dalam pertunjukan pun dapat berinteraksi secara langsung dengan penonton untuk menyuguhkan unsur hiburan sehingga memberikan kesan yang menghibur bagi penonton. Para penonton pun sangat antusias menyaksikan pertunjukan Tari Kecak, dibuktikan dengan banyaknya penonton yang menyaksikan hingga pertunjukan selesai.