Sebelum aku terbenam dengan kenangan masa lalu yang hampir tak mampu hilang dari ingatan. Aku akan mencoba memejamkan mata agar hatiku mampu tenang dengan segala yang ada dan dengan segala kenyataan yang terpapar di depan mata.

Aku hanyalah seorang yang rapuh akan kata-kata manis yang meluluhkan jiwa raga. Aku tak mampu berkata-kata layaknya para pujangga pada zamannya. Namun aku adalah seorang yang susah untuk lupa akan hal yang pernah terjadi antara kita. Bukan sekedar hal sepele yang seperti orang lain katakan, namun ini adalah salah satu hal yang berarti dalam hidupku.

Terbenam matahari di ujung sana bukan berarti ikut terbenam juga tentang bayanganmu. Tetapi matahari mungkin memang benar-benar terbenam layaknya fakta tentang dirimu yang ikut terbawa arus ombak lautan.

Aku akan mengukur langkah kaki agar dapat menjaga jarak denganmu yang telah lebih dulu meninggalkanku sendiri. Aku tau diri bagaimana kau perlahan mundur dan terdiam tanpa kata dan bungkam seribu bahasa. Selalu ada perasaan yang berkecamuk dalam hati ini. Ketika aku melihat sedikit saja tentangmu. Entah apa yang sedang kurasakan. Begitu bercampur aduknya bagai adonan roti tak bernama.

Kaulah yang pernah singgah lalu pergi menghilang tanpa jejak. Mengesankan sekaligus mencengangkan. Selalu kulontarkan kata tanya. Mengapa kau berubah begitu cepat. Seperti sang meteor yang jatuh melesat ke bumi.

Advertisement

Aku tau, memori tentang kenangan kita pasti belum sempat terhapus semua di hatimu. Hanya sebagian. Ya! Hanya sebagian yang mampu hilang, namun tak ada jaminan yang hilang itu tetap hilang sirna dan musnah.

Arus kehidupan yang membawa kita hingga akhirnya dipertemukan di tempat di mana kita mampu tersenyum, tertawa, bercanda dan bahagia bersama. Namun seketika saja kau tak pernah ada kabar. Ku tanya mengapa? Kau hanya menjawab semua baik-baik saja.

Aku masih merindukan candamu, tawamu yang selalu menghiasi hari. Mungkinkah kau tau? Betapa aku dan mungkin hanya aku saja yang saat ini murung. Pasti kau tak merasakannya bukan? Aku selalu merasa ingin kembali ke masa, di mana kita bercanda.

Ini bukan sekedar teman biasa berbagi cerita kehidupan sehari-hari, tetapi ini adalah lebih dari teman yang orang-orang biasa menyebutnya dengan persahabatan.