Jabat tangan pertama dengan seorang berparas teduh, memberi kenangan terindah dalam hidup, mungkin ini namanya skenario dari Sang Pencipta. Diciptakan untukmu pasangan dari jenismu, telah tertulis sebuah nama yang akan bersanding denganmu, jodoh, rezeki, mati hanya Allah yang tahu. Senyum pertama yang tampak dari wajah teduh itu, terlukis jelas walau masih menjadi rahasia kelakkah dia yang jadi penyempurna separuh dien.

Ya, senyum penuh keikhlasan yang tampak dari mata teduh itu, memberiku kekuatan untuk bangkit, selangkah demi selangkah untuk menuju kearahnya.

Menatap wajah itu dari kejauhan, teramat cukup bagiku, melihat dia dari balik kaca, itu lebih dari cukup. Meski senyum indah itu tak tertuju untukku. Siapalah aku ini? Pacar bukan, saudara bukan, teman apa lagi.

Aku hanya pengagum rahasia, yang hanya bisa menatapnya dari jauh, aku hanya pengagum lewat do'a yang berani menyebut namamu dengan terang dalam do'a kepada Tuhanku. Aku hanya pengagum yang tak akan pernah berani untuk menyapa, tersenyum bahkan mendekatimu.

Cinta dalam diam itu yang aku lakukan. Cinta tanpa kata itu yang aku mampu. Rumit memang mengenal cinta yang seperti ini, tapi bagiku, cukup seperti ini. Mengenalmu, bertemu kamu, melihat senyum itu bagiku teramat cukup. Ah dunia memang rumit jika berbicara cinta.

Advertisement

Pejamkan mata bila ku ingin melihatmu, karena wajahmu langsung terlintas dikepalaku, meski tak ada secuil kenangan atas nama kita. Senyummu mengalihakan duniaku, senyummu adalah dunia kecilku, senyummu memberi warana dihidupku, you are puzzle of my life… Your smile makes me fallin in love..

Love is you… Anugerah rumit yang harus aku selesaiakn dengan cara sederhana.