Mungkin memang benar ungkapan bahwa ada banyak cara Tuhan mentakdirkan cinta, mungkin engkau adalah salah satunya. Pertemuan pertamakali denganmu seakan membuatku bertanya-tanya tentang rasa. Ku kira ini biasa, ketika ku pejamkan mata dan ku terbangun, aku baru sadar bahwa ini tak biasa. Sial, aku masih saja mengingatmu, mengingat senyummu ketika kita saling bercerita saat pertama kita berjumpa.

“Nyaman” mungkin kata yang paling tepat untuk menggambarkan rasa saat kita bercerita, saat kita bersama duduk berdua kala itu, di malam saat berbuka puasa yang takkan ku lupa. Aku heran, begitu cepatnya kita akrab, bahkan kau menceritakan tentangmu, keluargamu, padahal kau bilang kau susah mengakrabkan diri dengan orang yang baru saja kau kenal.
Entah, ada apa dengan senyummu yang begitu menyihir hatiku, seakan menjadi tenang hanya dengan melihatnya, mengingatnya. Padahal ku menyadari, pertemuan kita begitu singkat, yaa.. ini yang ku sebut semua begitu sederhana, cukup dengan melihatmu tertawa, dunia terasa berbeda, bukan seperti cinta yang begitu ku perjuangkan sebelumnya. Aku menyebutnya cinta, tetapi sering membuatku terluka. Aku memperjuangkannya, tapi dia mendua. Aku menyanyangi, tapi dia menyakiti. Dia yang paling ku sayang, tapi dia yang paling menyakiti. Ku rasa cukup, rasa yang ku sebut cinta yang sebelumnya itu.

Saat aku jauh, aku tak memintamu untuk menjaga dirimu baik-baik, cukup dengan aku meminta kepada yang kuasa untuk menjagamu, karena aku yakin Dia lebih tau bagaimana menjagamu dengan baik. Aku pun tak pernah mengiyakan tawaran temanku untuk dipertemukan lagi denganmu, biarkan skenarioNya saja yang membuat kita bertemu dengan saat yang tepat, saat yang indah.

Doaku pun sederhana, jika memang diizinkan dan dirimu memang yang terbaik untukku, dan aku memang yang terbaik untukmu, ku mohon supaya sang pencipta menjadikanmu sebagai seseorang yang akan mendampingiku di sisa hidupku, yang akan membawaku kelak ke surgaNya.

Biarlah sekarang aku memperbaiki semua kekuranganku, begitupun kamu, sehingga di saat yang tepat kita akan dipertemukan dalam sebuah ikatan, yang hanya maut yang dapat memisahkan.